Gusmiyadi Respon Polemik Cara Memandikan Jenasah yang tak Sesuai Syariat Islam

Pematang Siantar, Akuratnews.com - Cara memandikan jenazah di RSUD Djasamen Saragih, Kota Pematang Siantar, Sumut, menuai protes. Pelaksanaannya tidak sesuai dengan syariat Islam, karena mayat perempuan dimandikan laki-laki yang bukan muhrimnya.

Kejadian ini terbongkar setelah seorang pria bernama Fauzi Munthe, warga Serbelawan, Simalungun, tidak terima istrinya, Zakiah (50), yang meninggal di rumah sakit itu, Minggu (20/9), dimandikan 4 orang laki-laki pegawai rumah sakit.

Menyikapi peristiwa penanganan jenazah yang tidak sesuai ketentuan aturan syariat Islam itu, anggota DPRD Sumut dari Partai Gerindra, Gusmiyadi merespon sejumlah instansi dan pejabat terkait dalam kasus salahnya tata cara memandikan jenazah tersebut.

Pertama Gusmiyadi mengucapkan terimakasih kepada Majelis Ulama Indonesia kota Pematang Siantar yang telah sangat baik mengakomodir aspirasi umat dan memfasilitasi proses klarifikasi hingga pernyataan pers dari tiga pihak yang berjalan sangat lancar dan kondusif.

"Saya juga mengapresiasi langkah tokoh-tokoh agama, aktivis islam dan masyarakat yang telah dengan sangat damai melakukan diskusi, memberikan pernyataan pers, hingga proses melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian sebagai representasi sikap damai, sadar hukum dan berwibawa." Ujar Gusmiyadi lewat keterangan tertulis yang diterima redaksi Akuratnews.com.

Selain itu, Gusmiyadi mendesak pemerintah khususnya kota Pematang Siantar, Pemprov Sumatera Utara hingga Pusat untuk mencermati proses penanganan Covid 19 khususnya dalam hal penanganan korban meninggal.

"Hal ini agar tidak keluar dari aturan syariat bagi yang beragama Islam. Mengingat sebagaimana yang kita ketahui proses penanganan korban covid dilakukan cenderung tertutup, sehingga berpotensi terjadinya pelanggaran-pelanggaran seperti yang terjadi di RS Djasemen Saragih." Lanjutnya.

Gusmiyadi lalu mendesak pihak kepolisian untuk merespon Peristiwa pelecehan atas jenazah ini sebagai tindakan proaktif dalam rangka penegakan hukum dan keadilan ditengah-tengah masyarakat. Terlebih persoalan ini telah menjadi perhatian orang banyak dan menciptakan keresahan.

"Jadi saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada tokoh-tokoh agama (ulama), tim hukum serta pihak aparatur kepolisian dalam proses penegakan hukum atas peristiwa tersebut." Tutup Gusmiyadi.

Penulis: Alamsyah

Baca Juga