H. Ruslan M. Daud, Mantan Bupati yang Jadi Anggota DPR, Banyak Dirindukan Warga

Mantan Bupati Bireun, H. Ruslan M. Daud yang kini jadi Anggota DPR RI. (Foto dok. Akuratnews.com).

Bireuen, Akuratnews.com - Dari eksekutif menuju legislatif, banyak cara untuk membangun daerah, begitulah perjalanan karier H. Ruslan M.Daud mantan Bupati Bireuen Aceh periode 2012 s/d 2017.

Lahir di Samalanga 48 tahun yang lalu, alumni lembaga pendidikan islam (LPI) Mudi Mesra Samalanga yang juga merupakan mantan Bupati Bireuen ini menjadi salah satu dari enam orang Anggota DPR RI dari Aceh 2 yang akan di lantik tanggal 1 oktober 2019 ini, yang mana Aceh mengirimkan 13 orang perwakilannya untuk ke senayan 7 orang dari dapil Aceh 1 dan 6 orang dari dapil Aceh 2.

Sebelumnya langkah beliau untuk menuju calon DPR RI dari dapil Aceh 2 sempat hampir gagal, akibat carut marutnya politik yang ingin mengagalkan beliau menuju Senayan. Tetapi berkat kesabaran dan kerja keras tim akhitnya apa yang beliau cita-citakan dan inginkan tercapai dengan izin Allah.

Asrinalhadi salah seorang Tokoh Bireuen mengatakan, dari lima orang Bupati yang sudah memimpin kabupaten Bireuen, H. Ruslan memiliki keunikan disaat beliau menjabat orang nomor satu di kabupaten tersebut.

"Beliau cepat sigap disaat ada warga masyarakat yang tertimpa musibah dan banyak yang bisa kita buktikan dari hasil kerja keras beliau di dalam kegiatan sosial untuk masyarakat. Ini bukan cerita isapan jempol kalau mau pembuktian mari kita turun ke daerah yang pernah kena musibah," ucap Asrinalhadi kepada Akuratnews.com, Minggu (29/9/2019)..

Selain itu, menurut Asrinalhadi, beliau dekat dengan para ulama dan perangkat desa. Bahkan sering melakukan kegiatan bersama para ulama baik yang ada di Bireuen maupun dari luar kabupaten Bireuen.

"Kami sangat merindukan beliau untuk kembali memimpin kabupaten kami," ujar Asrinalhadi.

Lain halnya dengan Chaidir, yang merupakan sekretaris H. Ruslan M.Daud di DPD Aksira Aceh. Chaidir mengaku mengagumi H. Ruslan M. Daud karena sangat teliti dalam administrasi.

"Beliau sangat teliti dalam administrasi. Selalu serius di dalam setiap jabatan atau amanah yang di embankan kepada beliau. Saya rasa itu faktor utama yang membuat beliau bisa sukses seperti sekarang, sukses di bisnis bahkan juga di politik," ujar Chaidir.

Menurut Chaidir, kesuksesan H Ruslan M Daud dapat dilihat dari bisnis beliau memiliki beberapa usaha bahkan sampai ke luar negeri dan segudang prestasi disaat beliau menjabat Bupati seperti meraih opini wajar tanpa pengecualian tiga kali berturut-turut.

Selain itu , H. Ruslan juga sukses meningkatkan status Rumah sakit daerah tersebut dari tipe C ke tipe B, melobi untuk mendapatkan jatah Rumah sakit Regional untuk daerah dari jatah 5 Rumah sakit regional untuk Aceh.

"H. Ruslan juga berhasil meyakinkan, menyediakan lahan agar kampus IPDN di bangun di Bireuen," terang Chaidir.

Namun sayangnya, menurut Chaidir, kini apa yang telah diraih H. Ruslan M. Daud banyak mengalami kemunduran, yang pertama gagalnya dibangun kampus IPDN di kabupaten tersebut.

"Belum dibangunnya rumah sakit regional di Bireuen, sementara 4 dari 5 jatah Rumah sakit regional untuk Aceh sudah melakukan pembagunan tahap kedua, sementara Bireuen belum," kata Chaidir.

"Dari informasi yang kami dapatkan, baru melakukan pembebasan lahan, turunnya kelas atau tipe Rumah Sakit dr. Fauziah Bireuen dari B ke C." tambahnya.

Akibat hal-hal tersebut, kata Chaidir, warga Masyarakat Bireuen rindu akan kepemimpinan H. Ruslan M. Daud.

Chaidir berharap, di parlemen nantinya H. Ruslan M.Daud dapat mengembalikan kejayaan Bireuen. "Semoga beliau tetap amanah demi penantian masyarakat untuk pilkada yang akan datang," tandas Chaidir mengakhiri. (*)

Baca Juga