Baru Bebas Dua Hari

Habib Bahar Masuk Bui Lagi

Bogor, Akuratnews.com - Baru saja menghirup udara bebas, Habib Bahar bin Smith kembali diseret ke jeruji bui karena melanggar ketentuan dan aturan program asimilasi.

Ulama yang akrab disapa Habib Bahar ini diamankan di pondok pesantrennya di wilayah Bogor, Selasa (19/5) dini hari.

"Ya... yang bersangkutan dikembalikan ke Lapas Gunung Sindur. Saat diamankan, dia di jemput petugas Bapas dan Kalapas didampingi petugas kepolisian Bogor," kata Kadiv PAS Jawa Barat, Abdul Haris saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (19/5) pagi.

Aris mengatakan, Bahar diamankan kembali karena melanggar ketentuan asimilasi. Namun saat disinggung, apa pelanggarannya, Aris tidak menjelaskan detil.

"Program asimilasinya dicabut karena melanggar ketentuan asimilasi," jelas Aris.

Aris mengatakan, Bahar akan kembali menjalani sisa masa tahanannya.

"(Proses penahanan lanjutannya), satu tahun lima bulan lagi," ujarnya.

Vonis Bahar sendiri adalah tiga tahun penjara atas perbuatannya menganiaya dua remaja Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki.

Pada April 2020 kemarin, salah pengacara Habib Bahar mengaku, kliennya menolak bebas karena asimiliasi. Alasannya karena Bahar tak ingin berhutang budi pada rezim Jokowi dan masih ingin mengajar agama di dalam penjara.

Ichwan Tuankotta, pengacara Bahar bin Smith, menyatakan, memberi jawaban diplomatis terkait alasan kliennya menerima pembebasan karena asimilasi

"Tugasnya mengajar sudah selesai," kata Ichwan.

Sementara menurut Kalapas Pondok Rajeg Ardian Nova, Bahar bin Smith mendapat program asimilasi dari Kementerian Hukum dan HAM karena sudah melewati separuh masa hukuman.

"Karena memang sudah waktunya sesuai peraturan menteri yang berlaku. Sesuai dengan mekanisme Permenkumham 10/2020," jelas Ardian,

Untuk diketahui, usai bebas dari Lapas Pondok Rajeg pada Sabtu (16/5), Habib Bahar langsung menuju kediamannya di Pondok Pesantren Tajul Aliwiyin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kedatangannya disambut banyak orang. Terutama para santri yang selama ini menuntut ilmu di pondok pesantrennya.

Mereka yang menyambut Bahar dengan tidak mematuhi imbauan physical distancing di tengah pandemi virus Corona.

Bahar lalu mendapat peringatan dari petugas pemasyarakatan karena langsung menggelar kegiatan di Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin, Kemang, Kabupaten Bogor, setelah bebas bersyarat lewat program asimilasi. Hal itu melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Setelah kejadian itu maka saya perintahkan petugas (pemasyarakatan) untuk menelepon yang bersangkutan. Mengingatkan bahwa bagaimana pencegahan Covid-19 saat masa PSBB, jadi tidak boleh mengumpulkan massa yang banyak," kata Kadiv PAS Jawa Barat, Abdul Aris, Senin (18/5).

Aris mengaku sudah mengingatkan Bahar agar tidak membuat kegiatan yang mengundang massa di pondok pesantrennya tersebut. Selain itu, Bahar juga diminta untuk mengimbau para jemaahnya agar turut membantu pencegahan Covid-19.

"Ya melanggar khusus secara administratif, karena PSBB kan tidak boleh mengumpulkan massa. Kami mengingatkan supaya tidak diulang lagi," kata dia.

Namun, pada malam harinya, Bahar kembali menggelar kegiatan yang mengundang banyak orang. Dia menyampaikan ceramah di depan orang yang datang jauh lebih banyak dari acara penyambutan. Mereka pun tidak menjaga jarak satu sama lain.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga