Hadapi Babak Baru, Tersangka Penyuap Hakim Itong Didampingi 11 Pengacara

Kuasa Hukum Hendro Kasiono, dari Kantor Hukum Harsono Nyoto & Partner

AKURATNEWS -  Hendro Kasiono, salah satu tersangka kasus penyuapan terhadap, Itong Isnaeni Hidayat bersama Panitera Pengganti nonaktif Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Hamdan, akan segera menjalani sidang perdananya, pada Selasa (21/6/22) besok.

Untuk menghadapi babak baru dalam kasus yang sempat menggegerkan dunia hukum tanah air ini, Hendro Kasiono yang berperan sebagai pemberi suap dari PT Soyu Giri Primedika (SGP) itu, telah menunjuk Kantor Hukum Harsono Nyoto & Partner sebagai kuasa hukumnya.

Meskipun Hendro yang juga merupakan anggota aktif DPC Peradi Kota Surabaya tersebut, tidak meminta pendampingan pada organisasinya, namun Ketua Divisi Pembelaan Profesi, Johanes Dipa dan beberapa rekannya pada divisi tersebut menjadi kuasa hukumnya, dibawah Kantor Hukum Harsono Nyoto & Partner.

"Jadi, beliau tidak ada permintaan ke kami (pendampingan hukum). Sehingga kami dari divisi pembelaan profesi hanya pasif saja. Namun kbetulan saya dan beberapa rekan di divisi pembelaan profesi ditunjuk sebagai penasehat hukum oleh yang bersangkutan (Hendro Kasiono). Tapi ini personal bukan organisasi," beber Dipa kepada awak media, Senin (20/6/2022).

Pada kesempatan yang sama, Harsono Nyoto, selaku ketua tim pembelaan, membenarkan jika tim penasehat hukum yang akan membela Hendro Kasiono juga merupakan tim dari divisi pembelaan profesi DPC Peradi Surabaya.

"Ada 11 advokat yang akan mendampingi, termasuk rekan-rekan dari divisi pembelaan profesi. Namun mereka ditunjuk oleh Hendro Kasiono secara personal bukan dari organisasi," terangnya.

Dalam kasus yang menjerat rekan sejawatnya itu, Harsono menyakini adanya kejanggalan dalam proses penyidikan perkara suap tersebut.

"Nanti kami lihat dalam persidangan, saya tidak mau beropini dulu. Tapi selama ini yang kami tau jika rekan kami bukan kena OTT," ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun akuratnews, nantinya dalam sidang perdana ini akan digelar terpisah. Itong disidang bersama Hamdan, sementara Hendro sendiri. Karena berkas perkaranya terpisah.

Hendro Kasino didakwa dengan Pasal 6 ayat (1) huruf a UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP atau Pasal 13 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sedangkan Itong dan Hamdan didakwa dengan Pasal  12 huruf c UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP atau Pasal 11 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Perlu diketahui, hakim tunggal Itong Isnaeni Hidayat saat itu menyidangkan perkara permohonan pembubaran PT Soyu Giri Primedika (SGP). KPK menduga sudah terjadi kesepakatan Hendro menyiapkan uang Rp 1,3 miliar untuk tingkat putusan PN sampai tingkat Mahkamah Agung.

Untuk memastikan proses persidangan sesuai harapan, Hendro berulang kali berkomunikasi melalui telepon Hamdan dengan menggunakan istilah 'upeti' untuk pemberian uang.

Setiap hasil komunikasi antara tersangka Hendro dan Hamdan selalu dilaporkan oleh Hamdan kepada Itong.

Putusan yang diinginkan oleh Hendro adalah agar PT SGP dibubarkan dengan nilai aset yang bisa dibagi senilai Rp 50 miliar.

Kemudian, hakim Itong memastikan bahwa permohonan dapat dikabulkan. Ia meminta Hamdan menyampaikan kepada Hendro supaya merealisasikan uang yang sudah dijanjikan. Yakni uang Rp 140 juta.

Penulis:

Baca Juga