Hadapi Saksi Ahli dari BPOM, Sapari Yakin Majelis Hakim Punya Pertimbangan Lain

Persidangan dengan Saksi Ahli DR. Lintong Oloan Siahaan SH MH. (Foto: Sony Dokumen).

Sementara pada gugatan Sapari yang kedua dengan perkara SK Pensiun, persidangan sudah sampai pada tahap pemeriksaan 3 orang Saksi yang diajukan oleh Kepala BPOM, termasuk Saksi Ahli TUN, DR Lintong Oloan Siahaan SH MH.

Jika menilik jauh ke belakang, pada sidang Minggu sebelumnya, ada pernyataan menarik yang dilontarkan salah satu Hakim anggota yang menangani perkara gugatan Sapari ini. Pada saat persidangan, salah satu Anggota Majelis Hakim bernama H. M. Arief Pratomo SH MH melontarkan kebenaran prediksinya terkait dengan SK Pensiun Sapari yang dinilai kejar-kejaran dengan putusan PTUN.

Saat itu, dalam persidangan yang digelar tanggal 3 Oktober 2019, Hakim Arief bertanya langsung kepada Saksi dari BPOM bernama Rika Kania S.Si Apt selaku Kepala Bagian Perencanaan Pengelolaan dan Karir SDM di BPOM dan merupakan orang yang mengusulkan Sapari untuk dipensiunkan. Saat itu, Hakim Arief menyorot soal konsultasi Rika ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Apakah konsultasi itu tidak membahas bagaimana kalau Sapari menang atas gugatannya di PTUN Jakarta? Disampaikan juga apa nggak, Pak Bagaimana kalau gugatan ini menang? Ada nggak didiskusikan seperti itu?" tanya Hakim Arief.

Spontan Rika menjawab, pihaknya tidak bertanya soal jika Sapari menang dalam gugatan. "Saya nggak tanya itu Pak," jawab Rika.

Hakim Arief Pratomo kembali menanyakan, "Ini kan ada persoalan gugatan di PTUN, bagaimana kalau menang, itu nggak ditanyakan yaa? Jadi hanya proses formalitas saja pertanyaannya?"

Rika mengatakan dirinya hanya sebatas meminta masukan dari BKN, "Ya kan saya hanya meminta masukan dari BKN Pak,...." kata Rika,

Hakim Arief menyela, "iyaa, BKN kan sesuai pertanyaan Anda, Kalau pertanyaan anda itu ada persoalan hukum, kalau (Sapari) menang ini gimana? Nggak ada pertanyaan itu yaa," tanya Hakim Arief.

Rika menjawab, kalau pertanyaan spesifik seperti itu, tidak ada, "Tidak ada Pak," terangnya.

"Lah iya, jawaban kan sesuai dengan pertanyaan. Inikan kejar-kejaran, usulan pensiun ini kan kejar-kejaran. Kejar-kejaran dengan putusan PTUN. Sudah saya prediksi sebelumnya, sebelum putusan pasti usulan pensiunnya akan dibicarakan terus." kata Hakim.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis:
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga