Hadapi Saksi Ahli dari BPOM, Sapari Yakin Majelis Hakim Punya Pertimbangan Lain

Persidangan dengan Saksi Ahli DR. Lintong Oloan Siahaan SH MH. (Foto: Sony Dokumen).

H.M Arief kemudian menyinggung pernyataan Rika selaku Kepala Bagian Perencanaan Pengelolaan dan Karir SDM di BPOM, kenapa Sapari tidak mau menandatangani berkas DPCP.

Tadi pertanyaan saudara, kenapa si penggugat itu tidak mau tandatangan yaa? Karena kan penggugat menunggu keputusan PTUN, kan seperti itu," kata Hakim Arief. Menurut Hakim, seharusnya Rika bertanya kepada Sapari, kenapa belum mau menandatangani berkas DPCP.

"Kalau belum didapat tandatangan, tentunya kan ditanya kepada penggugat, sebabnya apa sih Pak belum mau tandatangan? Karena dia lagi nunggu putusan, makanya nggak ditandatangan. Kan seperti itu yaa," tandas Hakim Arief.

Hakim Arief pun melontarkan dugaan, karena kasusnya baru dan sedang berjalan, berarti Rika dan BPOM mengikuti perkara gugatan PTUN ini. "Karena kan baru ya, Januari yaa, Februari 2019 yaa berartikan mengikuti perkara ini," kata Arief.

Hakim Arief pun memberikan pandangannya, prediksinya yang tepat dalam menggambarkan situasi penerbitan pensiun Sapari di tengah proses hukum gugatan Pemberhentian Jabatan Sapari yang tengah berjalan di PTUN Jakarta.

"Jadi prediksi saya benar, bahwa SK pensiunan ini kejar-kejaran dengan putusan PTUN. Duluan mana, PTUN atau SK Pensiunnya?" kata Hakim Arief. (*)

Selanjutnya 1 2 3
Penulis:
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga