Hakim PN Medan Jamaluddin Diduga Dibunuh

Medan, Akuratnews.com - Hakim yang juga sekaligus Humas Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin diyakini korban pembunuhan. Polisi juga telah melakukan autopsi termasuk memeriksa cairan lambung terhadap jasad Jamaluddin yang ditemukan didalam mobil Toyota Prado BK 77 HD miliknya.

"Sudah dilakukan pemeriksaan laboratorium, dugaan sementara yang bersangkutan adalah dibunuh. Kemudian masih kita uji cairan lambungnya, apakah dia meninggal dalam keadaan berdaya atau tidak," kata Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, Minggu (1/12/2019) malam.

Agus mengatakan, Polisi juga sudah mengantongi sejumlah informasi sesaat sebelum kejadian. Informasi tersebut masih dalam pendalaman pihak penyidik.

"Kemudian ada beberapa informasi terkait dengan sebelum kejadian, ada beberapa informasi, diperoleh dan didalami penyelidik dan penyidik jajaran Polda Sumut dan Polrestabes Medan," katanya seraya berharap kasus ini segera terungkap.

Sebagaimana diketahui, posisi jenazah Jamaluddin ditemukan di kursi barisan kedua. Mengenakan pakaian olahraga hijau bertulis Pengadilan Negeri Medan. Barang-barang berharga Jamaluddin tidak ada yang hilang. Mulai dari kalung, cincin, hingga jam masih menempel di badan korban.

Jasad Jamaluddin ditemukan di jok tengah mobil Toyota Land Cruiser Prado dengan nomor polisi BK 77 HD di jurang pada areal kebun sawit di Desa Suka Dame, Kutalimbaru, Jumat (29/11/2019).

Sebelumnya, Ketua PN Medan, Sutio Jumagi Akhirno, kepada wartawan di RS Bhayangkara Medan, Jumat (29/11/2019), berharap pihak kepolisian mengusut tuntas dugaan pembunuhan terhadap Jamaluddin.

"Mudah-mudahan ini bisa (tuntas). Dan sesuai juga dengan harapan keluarga yang menghendaki ini diusut tuntas. Karena keluarga juga tadi sudah ditelepon menghendaki, mana baiknya. Saya bilang karena polisi menghendaki ini ditindaklanjuti untuk diautopsi, keluarga juga sudah setuju. Artinya kan supaya ditindaklanjutilah dengan sebaik-baiknya," jelas Sutio Jumagi.

Dia mengatakan korban sempat datang ke PN Medan pagi tadi. Dia mengaku tidak tahu persoalan yang melatarbelakangi kasus ini.

Sutio mengatakan pada Jumat pagi, biasanya seluruh pegawai PN melakukan olahraga. Namun pagi tadi kegiatan olahraga ditiadakan karena ada kegiatan lainnya.

Baca Juga