Hakim Tolak Eksepsi Stella Monica

Surabaya, Akuratnews.com - Stella Monica, Terdakwa kasus dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial kembali menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (19/5/2021).

Setelah mempersilahkan terdakwa untuk duduk di kursi pesakitan, Majelis hakim kemudian membacakan putusan selanya.

Dalam putusan sela yang dibacakan oleh hakim ketua, Imam Supriyadi, majelis hakim sepakat untuk menolak seluruh nota keberatan atau eksepsi yang diajukan kuasa hukum Terdakwa.

Pertimbangan majelis hakim dalam putusan selanya adalah keberatan kuasa hukum Terdakwa sudah masuk materi perkara.

"Majelis hakim tidak sependapat dengan keberatan kuasa hukum terkait dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang tidak jelas dan tidak lengkap serta ejaan kata yang tidak sesuai dengan ejaan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)," kata ketua Majelis Hakim, Imam Supriyadi.

"Sebab itu merupakan bahasa obrolan di media sosial sehingga tidak diperlukan menerapkan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar," imbuh hakim Imam.

Imam juga mengatakan, kata-kata yang ada dalam dakwaan JPU dan dipersoalkan kuasa hukum Terdakwa dalam nota keberatannya, hal itu bisa diperjelas ketika persidangan.

Terkait unsur pasal 310 dan 311 yang disoal kuasa hukum Terdakwa, menurut majelis hakim juga sudah memasuki materi perkara. Begitupun terkait legal standing pelapor, manurut majelis hakim hal itu sudah tertuang dalam pasal 27 ayat 3 tentang ITE sehingga sudah masuk unsur perkara sehingga alasan tersebut juga tidak diterima pula.

“ Mengadili, eksepsi tidak dapat diterima dan memerintahkan Penuntut Umum untuk melanjutkan perkara,” ujar hakim Imam Supriyadi.

Saat dikonfirmasi, kuasa hukum Terdakwa yakni Jauhar Kurniawan meskipun kecewa atas ditolaknya eksepsi yang dia ajukan. Namun kata dia, pihaknya tetap menghormati putusan majelis hakim dan bersiap untuk mengikuti persidangan berikutnya.

"Di sidang pidana ini kan beban pembuktiannya ada ditangan jaksa. Dari situ kita akan melihat pembuktian mereka akan seperti apa," ujarnya saat dikonfirmasi usai persidangan.

Dikonfirmasi terkait upaya perdamaian,? Jauhar mengungkapkan kalau sebelumnya memang ada upaya perdamaian antara kedua belah pihak.

"Upaya itu sudah ada, tapi belum menemui titik temu. Ada beberapa permintaan dari pelapor yang dirasa masih memberatkan Kliennya," ungkapnya.

Sementara itu, secara terpisah kuasa hukum L’Viors HAri Hans Simaela menyatakan pihaknya mengapresiasi apa yang diputuskan majelis hakim. Sebab memang apa yang didakwakan Penuntut Umum sudah sesuai prosedur.

“ Jadi kita sekarang ikuti tahap berikutnya yakni pembuktian,” ujarnya.

Ari juga meminta semua pihak dalam perkara ini untuk menghormati proses hukum dan menjaga marwah pengadilan.

Perkara ini berawal dari saat Stella Monica menjadi pasien Kilinik L’VIORS Jl. Embong Ploso No. 29 Surabaya sejak tanggal 25 Januari 2019 sampai dengan tanggal 19 September 2019.

Stella Monica yang merasa tidak puas dengan layanan klinik tersebut, mengeluhkan melalui akun @dewikumala.

Penulis:

Baca Juga