Hancurkan Kerajaan Troya, Yunani Hanya Butuh 41 Prajurit Tangguh

Ragam, Akuratnews.com - Dalam mitologi Yunani terdapat sebuah kisah tentang Perang Troya, perang antara Troya dan Yunani yang disebabkan karena diculiknya Helena, istri Menelaos Raja Sparta oleh Pangeran Paris.

Mitologi tersebut, sebagaimana dikisahkan dalam Film TROY, perang Troya merupakan perang yang cukup panjang dan memakan banyak korban. Setelah sepuluh tahun berterpur, pasukan Yunani belum berhasil mengepung Kota Troya. Hampir kehabisan akal namun, pasukan Yunani tidak mau menyerah.

Strategi mereka yang terakhir bisa dikatakan yang termasyhur sepanjang perang berlang. Ia, strategi tersebut dikenal dengan "Kuda Troya" yaitu strategi tipu daya yang dilakukan oleh orang-orang Yunani untuk memasuki kota Troya melalui sebuah patung kuda raksasa.

Konon, patung kuda raksasa tersebut dibangun oleh prajurit Yunani. Patung itu, akan digunakan sebagai persembahan, menghormati Dewi Athena oleh pasukan Yunani. Selain itu, patung itu juga merupakan peryataan menyerah dan akan berakhirnya perang. Ternyata, di dalam patung kuda raksasa itu telah disiapkan sebanyak 41 prajurit tempur yang tangguh dari Yunani.

Orang-orang Yunani lalu meletakkan patung kuda raksasa itu tepat di depan gerbang kerajaan Troya. Sementara pasukan Yunani lainya berpura-pura pergi meninggalkan tempat itu.

Karena dipercaya sebagai persembahan untuk Dewi Athena, orang-orang Troya lalu menarik patung kuda raksasa itu ke Kota Kerajaan Troya sebagai lambang kemenangan. Ketika malam berlarut, Raja dan pasukan tempur kerjaan beserta seluru masyarakat kerjaan itu berpesta merayakan kemenangan perang atas Yunani. Pesta meriah, mabuk-mabukan bahkan beberapa perempuan pemuas sidah disiapkan bagi para prajurit.

Situasi inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh prajurit Yunani. Mereka dengan senyap dan sigap, satu persatu keluar dari dalam patung kuda raksasa itu lalu memulai alsi pembantaian satu demi satu orang-orang Troya. Kerajaan Troya dihancurkan dari pusat Kota. Perang berakhir, dan Yunani adalah pemenang sesungguhnya.

Dari kisah itu, secara metaforis, istilah "Kuda Troya" kini mengacu kepada makna tipu daya yang membuat sasaran tipu daya mengundang musuh ke tempat yang seharusnya terlindungi. Sumber utama kisah ini berasal dari puisi epos Aeneid karya Virgil. Peristiwa ini juga disebutkan di dalam buku Odyssey karya Homer. Dalam tradisi Yunani, kuda ini disebut "kuda Kayu. [Baca: Sastra Yunani Kuno]

Kisah tersebut, meskipun hanya sebagai sebuah karya seni mamun, strategi perang "Kuda Troya" ini nyatanya menjadi semacam cerita yang akan selalu hidup dan dikenal oleh masyarakat dunia. Kisah Troya tentunya memilki makna filosofisnya yang mendalam. Bahwa, apa yang dilakukan oleh prajurit Yunani dalam memenangkan perang itu merupakan hal yang tidak pernah terbayangkan oleh Panglima dan Prajurit kerjaan Troya.

Selain itu, prajurit Yunani selain ketangguhan yang mereka memiliki, juga siasat perang tinggi dan memiliki kemampuan kerja dalam tim. Sedangkan prajurit Troya dikelabuhi oleh sebuah persembahan berharga, mereka tegila-gila dengan kemangan semuh itu lalu, tanpa mengetahui bahwa musuh suda lama menguaaai kerajaan.

Penulis: Yohanes Marto

Baca Juga