oleh

Harga Minyak Naik, Pasar Optimis Sambut Pertemuan OPEC

Jakarta, Akuratnews – Harga minyak ditutup naik 4% pada hari Senin (03/12). Pasar optimis menjelang pertemuan OPEC setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dia dan Pangeran Mahkota Arab Saudi, Mohammad Bin Salman setuju untuk memperpanjang pemotongan produksi di sela-sela KTT G-20 akhir pekan lalu.

Disisi lain, produksi minyak mentah, dari provinsi Alberta, Kanada, secara mengejutkan mulai dikurangi. Sementara itu berita bahwa AS dan China menyetujui langkah-langkah untuk mencairkan ketegangan Perang Dagang mengangkat aset berisiko yang dirasakan di seluruh papan perdagangan.

Harga Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari naik $ 2,02, atau 4%, ke $ 52,95 per barel di New York Mercantile Exchange. Kontrak naik sekitar 1% terakhir minggu lalu, tetapi untuk bulan November jatuh 22%, penurunan bulanan terbesar sejak Oktober 2008, di tengah kekhawatiran tentang melimpahnya minyak mentah global.

Harga minyak mentah Brent melonjak $ 2,23, atau hampir 3,8%, menjadi $ 61,69 per barel. Januari Brent, yang berakhir pada hari Jumat, juga menandai penurunan 22% untuk bulan November, dan persentase penurunan bulanan terbesar dalam 10 tahun.

Presiden Putin membuat pengumuman itu dalam konferensi pers Sabtu malam, setelah pertemuan dengan Bin Salman, meskipun dia mengatakan tidak ada keputusan akhir tentang volume. Komentar itu muncul menjelang pertemuan OPEC Kamis-Jumat di Wina, yang kemungkinan akan memutuskan apakah pemangkasan output diperlukan. Harga minyak telah turun sepertiga sejak awal Oktober.

Dengan keputusan Rusia yang akan memangkas produksi, serta harapan pemotongan produksi OPEC akhir pekan ini, bisa mendorong rally harga minyak Brent sejak minggu malam kemarin. Kemungkinan harga bisa menyentuh level pertengahan $ 60 per barel.

Sementara itu, dalam sebuah langkah mengejutkan, Qatar mengatakan dihari Senin bahwa mereka akan menarik diri dari OPEC pada 1 Januari 2019, dan fokus pada peningkatan produksi gas alam domestik. Pada Nymex, gas alam Januari turun 5,9% menjadi $ 4,339 per juta british thermal unit. Kontrak itu naik 41% di bulan November — kenaikan bulanan terbesar dalam sembilan tahun.

Sebagian pihak yakin bahwa keputusan Qatar meninggalkan OPEC lebih karena masalah dengan Arab Saudi. Sebagaimana diketahui bahwa Arab Saudi memimpin embargo kepada Qatar dengan tudingan negara itu telah mendanai kelompok teroris.

Keluarnya Qatar dari OPEC berisiko untuk memecah kartel ini. Pasalnya dugaan kepentingan invidu negara-negara anggotanya sudah tidak sejalan, terlebih dengan Arab Saudi yang secara efektif mengendalikan OPEC.

Potensi kenaikan harga minyak mentah juga akibat dari pengumuman dari Alberta Premier Rachel Notley, yang mengatakan mereka telah memerintahkan perusahaan minyak di provinsi Kanada untuk memangkas produksi hampir 9% tahun depan. Kanada adalah produsen minyak terbesar keempat di dunia.

Menurut mereka, kelebihan pasokan lokal yang telah mendorong harga minyak Kanada (Western Canada Select) menjadi di bawah $ 20 per barel di kali. Tak heran muncul wacana agar OPEC mengundang Kanada ke pertemuan nanti.

Kesepakatan bilateral antara AS dan China untuk memulai negosiasi perdagangan memicu rally di seluruh bursa pada hari Senin. Indek Dow Jones naik lebih dari 500 poin, indek DAX 30 Jerman, naik 2,5% untuk mencatat keuntungan satu hari terbaiknya sejauh ini sejak April.

AS menunda rencana untuk mencabut tarif pada $ 200 miliar barang-barang China dan China setuju untuk membeli lebih banyak barang AS. Jika pembicaraan tersebut gagal, AS akan terus meningkatkan tarif hingga 25% dari 10% saat ini.

Data mingguan tentang pasokan minyak AS akan dirilis pada Kamis pukul 11 pagi waktu Timur, sehari lebih lambat dari biasanya karena hari Rabu hari berkabung nasional setelah meninggalnya mantan Presiden George H.W. Bush pada hari Jumat. (LH)

Komentar

News Feed