oleh

Harga Minyak Naik, Rupiah Terpukul Kembali

Jakarta, Akuratnews.com – Salah satu pemukul nilai tukar Rupiah atas Dolar AS adalah harga minyak mentah global. Kenaikan harga minyak mentah akan menjadi sentiment negatif dan mengerus kekuatan mata uang Garuda atas Greenbacks.

Pada perdagangan Kamis (21/12), Rupiah yang sempat menguat diawal perdagangan, kini sudah bergerak negatif dengan diperdagangkan pada level Rp. 14.570 per dolar AS, turund dari Rp. 14.550. Posisi menjelang makan siang ini merupakan harga kemarin.

Sementara sejumlah mata uang lainnya, justru mampu membukukan penguatan atas Dolar AS. Peso Mexico menguat 0,36%, Yen Jepang menguat 0,3%, Won Korea Selatan menguat 0,23%, dan Dolar Taiwan menguat 0,02 %. Harus diakui bahwa dolar AS memang sedang berada dalam posisi yang lesu, ditunjukkan oleh indeks dolar AS yang terkoreksi sebesar 0,18%.

Dolar AS dipukul mundur seiring dengan tingginya minat investor untuk masuk ke pasar saham Asia. Indeks Nikkei saat ini naik 3,74%, indeks Shanghai naik 0,67%, indeks Hang Seng naik 0,64%, dan indeks Kospi naik 0,28%.

Hasil perdagangan di Wall Street semalam berhasil mendongkrak kinerja bursa saham Asia. Indek Dow Jones ditutup melesat 4,98%, indeks S&P 500 melambung 4,95%, dan indeks Nasdaq terdongkrak 5,84%. Wall Street berhasil bangkit pasca terkoreksi selama 4 hari beruntun.

Selain itu, rilis data ekonomi yang mengecewakan juga membebani dolar AS. Kemarin, Richmond Manufacturing Index periode Desember diumumkan sebesar -8, jauh di bawah konsensus yang sebesar 16, seperti dilansir dari Forex Factory. Data ini menunjukkan tingkat aktivitas manufaktur di wilayah Richmond. Angka di bawah 0 menunjukkan bahwa kondisinya memburuk dibandingkan periode sebelumnya.

Rilis data tersebut lantas kian mengonfirmasi bahwa perekonomian AS masih berada dakam tren perlambatan. Akibatnya, terdapat keraguan bahwa The Federal Reserve akan mengeksekusi rencanannya untuk mengerek suku bunga acuan sebanyak 2 kali pada tahun depan. (LH)

Komentar

News Feed