oleh

Harga Minyak Naik, Sektor Minyak Dan Energi Berbunga

Jakarta, Akuratnews.com – Pada perdagangan hari Senin (03/12), harga minyak mentah jenis brent kontrak Februari 2019 melambung sebesar 4,94% ke level US$62,4/barel dan harga minyak mentah light sweet kontrak Januari 2019 juga melompat 5,38% ke level US$53,67/barel.

Kenaikan harga minyak ini berimbas pada kenaikan saham-saham di lantai Bursa Efek Indonesia yang terkait ke industri perminyakan dan pertambangan. Harga saham-saham sektor pertambangan kembali mencuri perhatian invetor, bahkan menjadi pemimpin kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Kenaikan harga saham pertambangan dipimpin oleh saham PT. Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 16,26% ke level Rp 715/saham. Penguatan harga saham ANTM ditopang kinerja kuartal III-2018 yang berhasil membukukan laba bersih Rp 631,12 miliar padahal kuartal III-2018 perusahaan mencatatkan rugi bersih Rp 331,47 miliar.

Kinerja yang positif ini dikarenakan pertumbuhan signifikan kinerja produksi dan penjualan komoditas utama perusahaan di mana volume produksi feronikel mencapai 19.264 ton nikel dalam feronikel (TNI) atau naik 21%.

Kenaikan harga minyak mentah mendorong naiknya saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang menguat 10% ke level Rp 770/saham. Pemberitaan rencana TPG dan KKR yang akan masuk jadi pemilik saham perseroan jadi salah satu katalis yang membuat saham ini melesat tinggi.

Lalu saham PT Vale Indoensia Tbk (VALE) naik 6,93% ke level Rp 3.240/saham. Saham PT Elnusa Tbk (ELSA) naik 5,19% ke level Rp 5,19% dan saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) naik 5,13%.

Baik Brent maupun Light Sweet kompak meroket di awal bulan Desember 2018, pasca mengalami masa-masa yang suram di bulan sebelumnya. Namun sepanjang November, harga minyak light sweet dan brent kontrak berjangka kompak amblas 22% lebih secara point-to-point.

Pelemahan bulanan itu menjadi yang terburuk dalam lebih dari 10 tahun terakhir. Sebelumnya, harga emas hitam tertekan oleh pasar yang cenderung kelebihan pasokan. Produksi minyak mentah dunia banjir, disaat permintaan lesu akibat perlambatan ekonomi global.

Hasil positif pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump di Buenos Aires, membuka harapan baru kondisi ekonomi global yang lebih baik. Harga minyak masih dianggap salah satu indikator untuk menilai kesehatan ekonomi global. Keterpurukan harga minyak, isyarat kondisi ekonomi yang buruk. Begitu juga sebaliknya. (LH)

Komentar

News Feed