oleh

Harga Minyak Tertekan Diakhir Bulan

Jakarta, Akuratnews.com – Harga Minyak mentah diakhir pekan sekaligus perdagangan terakhir dibulan November ini diperkirakan akan turun, bergerak kembali dalam kisaran $ 50 per barel.

Sehari sebelumnya, harga sempat memantul dengan adanya laporan bahwa pejabat Rusia mengisyaratkan kemungkinan pemangkasan produksi bersama-sama dengan produsen utama lainnya.

Aksi perdagangan yang dilakukan hari ini menjelang pertemuan akhir pekan Kelompok G-20 di Argentina. Pembicaraan minyak dapat berlangsung di sela-sela pertemuan tersebut dan menjelang pertemuan resmi antara Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutu pada 6-7 Desember nanti.

Pelaku pasar tetap menitikberatkan pertemuan OPEC minggu depan sebagai sumber potensial dukungan untuk harga minyak. Mereka berharap kartel ini akan membuat komitmen yang kredibel untuk mengekang produksi dan menstabilkan harga. Dengan demikian, dalam perjalanan menuju ke pertemuan tersebut, tidak akan mengejutkan bila harga minyak mentah stabil, atau bahkan pulih, karena spekulasi untuk memotong ada, terutama jika pejabat yang relevan terus menyerang dengan nada optimis.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari di New York Mercantile Exchange turun 87 sen, atau 1,7%, menjadi $ 50,58 per barel. Kontrak Januari menuju kenaikan mingguan 0,1%, kenaikan mingguan pertama dalam sekitar dua bulan. Pada perdagangan berjangka ditutup lebih tinggi pada hari Kamis, setelah penurunan awal hari itu dan menarik harga patokan minyak mentah AS di bawah $ 50 per barel untuk pertama kalinya sejak Oktober 2017.

Komentar

News Feed