Hari Anti Korupsi Sedunia, GRPB: KPK Jangan Jadi Budak Politik!

Hari Anti Korupsi Sedunia, GRPB: KPK Jangan Jadi Budak Politik!
ilustrasi kantor KPK

Jakarta, Akuratnews.com – Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, Gerakan Rakyat Peduli Bangsa (GRPB) menyampaikan kepritahinannya atas penanganan korupsi yang dinilai masih tebang pilih saat ini.

Menurut GRPB, dalam rilis tertulisnya, Rabu (9/12/2020) dikatakan bahwa masih banyak kasus korupsi yang menuntut Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) lebih berani untuk menuntaskannya tanpa pandang bulu.

“Akan sangat memprihatinkan jika KPK yang lahir dari rahim reformasi, justru bertolak belakang dari makna perubahan itu sendiri. Memberantas korupsi tentunya tidak bisa dengan membiarkan begitu saja korupsi yang lain tidak diselesaikan ,” tulis pernyataan itu.

Dalam pernyataan GRPB tertulis tuntutan atas penanganan kasus-kasus yang belum terselesaikan secara tuntas, seperti menuntut untuk diusut tuntas kasus korupsi Jiwasraya, Asabri, PT Pelndo II, dan Century, serta kasus mega korupsi lainnya.

Meski menyatakan prihatin, GRPB gabungan elemen anak bangsa dari beberapa aktivis, profesional, tokoh agama, budayawan dan relawan pendukung pemerintah tetap menudukung KPK dalam melakukan pemberantasan korupsi.

“Atas nama anak bangsa untuk tegas mengingatkan kembali KPK tidak boleh menjadi budak kepentingan politik. GRPB mendesak KPK segera menuntaskan kasus-kasus korupsi yang masih belum tuntas  sampai saat ini,” sebut GRPB.

“Memaknai Hari Anti Korupsi Sedunia tanpa pesanan...libas semua koruptor !!! Untuk kesekian kalinya KPK tidak boleh terkontaminasi oleh mafia2 negeri!!! Berantas korupsi tanpa tendensi politik, tanpa pesanan siap menjaga moral dan ahklak sebenar benarnya bagi martabat bangsa, bukan karena menjadi robot yang tidak punya harga diri !!!,” tutup pernyataan GRPB.

Selain itu, GRPB menyampaikan pemberitahuan rencana aksi mendatangi Gedung Merah Putih KPK pada Kamis 10 Desember 2020.

Baca Juga