Hari Bakti, Dua Peristiwa Penting Dalam Sejarah Perjuangan TNI AU

Yogyakarta, akuratnews.com - Jelang Peringatan Hari Bhakti TNI AU  ke-70 Tahun 2017 yang merupakan event Nasional, Komandan Lanud (Danlanud) Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Novyan Samyoga mengatakan, Peringatan Hari Bhakti yang jatuh pada Hari Sabtu, Tanggal 29 Juli nanti mempunyai makna yang sarat dengan nilai-nilai kejuangan yang sangat berarti bagi TNI Angkatan Udara.

"Pada tanggal tersebut, tepatnya 29 Juli 1947, ada 2 peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, khususnya TNI Angkatan Udara," ungkap Danlanud Adisutjipto didampingi Kapentak Lanud adisutjipto Mayor Sus Giyanto dan Kapen AAU Mayor Sus Ambar Rejiati, Rabu (26/7) melaksanakan Press conference dengan awak media di Yogyakarta.

Novyan menjelaskan, bahwa peristiwa yang pertama adalah keberhasilan Angkatan Udara Republik Indonesia dalam melakukan serangan udara terhadap kedudukan militer Belanda di Semarang, Ambarawa dan Salatiga.

"Serangan udara ini merupakan serangan udara yang pertama kali dilakukan oleh Angkatan Udara Republik Indonesia," kenangnya.

Sedangkan peristiwa kedua, lanjut Novyan, yang terjadi pada tanggal tersebut adalah tertembaknya pesawat Dakota VT-CLA yang mengakibatkan gugurnya para perintis Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), yaitu Komodor Muda Udara Abdulrachman Saleh, Komodor Muda Udara A. Adisutjipto dan Opsir Muda Udara Adi Soemarmo Wirjokusumo.

Dakota VT-CLA ditembak jatuh oleh P-40 Kittyhawk Belanda pada 29 Juli 1947 di Dusun Ngoto, Bantul, dekat Yogyakarta dalam perjalanan pulang dari Singapura membawa bantuan obat-obatan dari Palang Merah Malaya menuju pangkalan udara Maguwo.

"Untuk mengenang dan mengabadikan peristiwa gugurnya para tokoh dan perintis Angkatan Udara tersebut, sejak tanggal 29 Juli 1955 diperingati sebagai “Hari Berkabung” AURI. Mulai 29 Juli 1962 diubah menjadi Hari Bakti TNI AU yang sejak saat itu seluruh warga TNI AU memperingatinya secara terpusat di Pangkalan Udara Adisutjipto," ujarnya.

Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam mengenang peristiwa itu meliputi acara pokok Ziarah dan malam tirakatan di Monumen Ngoto serta Upacara militer dengan Inspektur Upacara Kepala Staf TNI AU Marsekal Hadi Tjahjanto dilanjutkan wisuda purnapati bertempat di Kampus AAU.

Selain itu sarasehan akan dilaksanakan di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla), dan pada pagi dini harinya akan dilaksanakan Napak Tilas. Pada saat acara Napak Tilas nanti akan dipamerkan pesawat legendaris yakni pesawat Cureng, yang waktu itu dipergunakan untuk operasi Pengeboman tangsi Belanda di Salatiga, Ambarowo dan Semarang.

"Penampilan Cureng di acara Napak tilas ini adalah  yang pertama kalinya dalam peringatan Hari Bhakti.  Cureng merupakan pesawat peninggalan dari Jepang dan sekarang keberadaan pesawat cureng di dunia hanya ada di Indonesia," ungkap Novyan. (Yandi/Penau)

Penulis:

Baca Juga