Hari Raya Waisak, Rutan Cilodong Berikan Remisi Dua WBP

Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Cilodong Depok Marhadi Kusumah saat berikan remisi kepada WBP, Rabu,(26/5)
Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Cilodong Depok Marhadi Kusumah saat berikan remisi kepada WBP, Rabu,(26/5)

AKURATNEWS.COM- Hari Raya Waisak tahun 2021 Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Cilodong, Kota Depok memberikan remisi kepada dua Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Buddha, Rabu, (26/5).

Pemberian remisi itu dilakukan pihak Rutan Cilodong bertempat di Vihara Rutan Kelas I Depok. WBP diberikan kepada yang telah menjalankan hukuman dan menunjukan sikap perubahan selama menjalani hukuman.

"Di sini ada lima narapidana beragama Buddha dan dua orang telah kami berikan remisi keagamaan," ujar Kepala Rutan Kelas I Cilodong, Depok Anton, Rabu,(26/5).

Kedua narapidana tersebut merupakan tahanan kasus tindak pidana pencurian dan perjudian. Narapidana sudah menjalani hukuman selama 10 bulan di Rutan Depok.

"Sebelumnya kan sudah menjalani masa hukuman selama 10 bulan," kata Anton.

Dia berharap pemberian remisi dapat mendorong warga binaan atau narapidana dapat menjadi lebih baik dan mentaati semua peraturan di dalam Rutan.

Dengan begitu, apabila warga binaan telah bebas dari masa hukuman di Rutan Depok, dapat menjadi pribadi yang lebih baik.

"Mereka yang telah diberikan kebebasan tidak melakukan pelanggaran pidana kembali," ucap Anton.

Kegiatan pemberian remisi diawali dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan Pembacaan surat keputusan menteri Hukum dan HAM RI terkait remisi khusus hari raya waisak.

Pembacaan surat keputusan ini dibacakan oleh Marhadi Kusumah sebagai Kepala Seksi Pelayanan Tahanan. Kemudian dilanjut dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Remisi kepada dua orang WBP.

Kegiatan dilaksanakan dengan damai, khidmat, penuh berkah dan tetap menerapkan Protokol kesehatan Covid-19.

Informasi yang dihimpun, Rutan Kelas I Cilodong, Depok memiliki jumlah tahanan sebanyak 225 orang. Untuk Narapidana yang sedang menjalani hukuman sebanyak 1.318 orang sehingga jumlah total tahanan dan narapidana mencapai 1.543 orang.

Penulis:

Baca Juga