Aksi 21-22 Mei 2019

Hasil Kerja Senyap Gerindra: Bebaskan 200 Relawan yang Ditangkap

Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade. (Foto: istimewa).

Jakarta, Akuratnews.com - Sedikitnya 200 relawan Prabowo-Sandi dibebaskan atau ditangguhkan penahanannya oleh pihak Kepolisian sebelum terjadinya pertemuan antara Prabowo Subianto dengan Jokowi 13 Juli lalu.

Nantinya setelah pertemuan itu, direncanakan juga akan dibebaskan 200 orang lainnya. Pembebasan itu merupakan hasil kerja senyap partai Gerindra.

Hal itu dikatakan oleh Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade. Oleh karena itu, Andre mengingatkan kepada pihak-pihak yang kecewa adanya pertemuan Prabowo dengan Jokowi tersebut untuk tidak mengecilkan peran Gerindra.

Dia juga menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan berarti ingin berkoalisi, karena ajang itu tak lain sekadar silaturahmi.

“Pertemuan nggak nolak, tapi jangan sampai koalisi. Karena bertemu dan silaturahmi itu membawa manfaat banyak. Sebelum bertemu, 200 relawan kami lepas, diberikan penangguhan,” kata Andre seperti dikutip situs nasional di kompleks parlemen di Senayan Jakarta, Rabu (17/7/2019) kemarin.

Andre menjelaskan, kesepakatan melepaskan 200 relawan Prabowo-Sandi itu tersebut berhasil dilakukan melalui komunikasi dan diskusi. Ia mempertanyakan, apakah ada partai-partai lainnya yang mengurusi relawan dan ulama yang ditahan.

“Coba tanya, misalnya, ke anggota DPR yang katakan, ‘Kenapa sih Pak Prabowo nggak katakan kami oposisi?’ Anda bebasin nggak satu relawan atau ulama yang ditahan?” kata Andre.

Ia menegaskan Prabowo dan Gerindra selama ini bekerja dalam senyap dan berhasil membebaskan 200 orang dan akan disusul 200 orang berikutnya.

“Insya Allah setelah pertemuan, 200 lagi bebas. Itu kerja siapa? Gerindra. Emang yang nyinyir di Kuningan, emang yang nyinyir di twitter yang kerja? Emang yang di TB Simatupang, emang yang di Senopati yang kerja,” kata Andre.

Ia mengatakan Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad yang ditugaskan Prabowo memberikan jaminan penangguhan untuk semua relawan. Termasuk mengurus ke kepolisian.

“Penangguhan jalan, dan mulai selesai. Bertahap semua selesai. Insya Allah setelah bertemu, residu dan ekses masalah bisa selesai,” lanjut Andre.

Saat ditanya apakah Rizieq Shihab juga bisa dipulangkan, ia meyakini apapun bisa selesai dengan silaturahmi. “Insya Allah, tenang saja. Dengan bertemu, silaturahmi, bicara dan komunikasi, Insya Allah masalah apapun bisa selesai,” kata Andre.

Sebelumnya, soal kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) menjadi polemik bagi Pemerintah lantaran buntunya rekonsiliasi Kubu Jokowi dengan Kubu Prabowo. Hingga saat ini, persoalan rekonsiliasi belum dapat dituntaskan. **

Penulis:

Baca Juga