Hasil Suara Pilkades Diragukan, Camat dan Kapolsek Buket Turun Tangan

Bener Meriah, Akuratnews.com - Calon Reje (kepala desa) hasil pilkades di desa Uning Bersah dan Ujung Gele kecamatan Buket kabupaten Bener Meriah, jum'at (30/8/2019) diragukan hasil penghitungan suaranya.

Kadarman salah seorang calon Reje di desa Uning Bersah, mengaku tidak puas dengan hasil penghitungan suara, karena sewaktu proses penghitungan, untuk suara yang di anggap rusak atau tidak sah oleh panitia, kembali jadi permasalahan.

Lain halnya dengan desa Ujung Gele dimana ada warga yang bukan penduduk desa setempat tetapi ikut memberikan hak pillihnya, hal tersebut mengakibatkan salah seorang calon Reje mengaku tidak puas dan memprotes atas di perbolehkannya warga dari luar desa untuk ikut memilih di desa mereka.

Camat Buket, Kamarudin mengatakan, rusaknya surat suara yang dipermasalahkan oleh salah seorang calon Reja, disaat penghitungan berlangsung surat suara sudah ditunjukan kepada seluruh saksi yang hadir di saat penghitungan berlangsung, dan terdapat dua lubang joblos atau double.

"Karena disaat pemilih memilih haknya di bilik suara kertas suara tidak dibuka habis atau sama sekali tidak di buka lipatannya, bahkan disaat itu para saksi sudah setuju menyatakan kalau surat suara tersebut tidak sah, namun setelah penghitungan selesai masalah ini dilaporkan kembali kepada kami oleh salah seorang calon Reje." kata Kamarudin.

Kamarudin pun meminta kepada seluruh elemen agar masalah tersebut tidak perlu dibesar-besarkan, karena semua sudah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang ada.

"Mari kita membangun desa Uning Bersah bersama-sama agar kemajuan tercapai di desa tersebut," ujarnya.

Sedangkan untuk kasus ada warga yang memilih tetapi bukan warga setempat, Kamarudin menjelaskan, ini terjadi karena kesalah pahaman terkait dengan surat undangan.

"Panitia ketika itu memberikan undangan kepada yang bersangkutan berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT) pada saat Pilpres dan Pileg yang berlangsung kemarin (tahun 2019) belum di lakukan perubahan," tambah Kamarudin.

Sementara Kapolsek Buket, Iptu Jufrizal, mengatakan, permasalahan tersebut perlu dituntaskan dan di bicarakan lebih lanjut, agar masing masing calon baik yang kalah maupun yang menang, memiliki kepastian hukum dan menerima keputusan dengan kepala dingin dan berlapang dada.

"Menurut kami ini hanya masalah miskomunikasi saja dimana kurangnya sosialisasi dari panitia kepada masyarakat pemilih sehingga dapat menimbulkan permasalahan. Yang terpenting situasi desa harus komdusif, semua bisa diselesaikan secara musyawarah. Mari bersama sama kita membangun desa," ujar Jufrizal.

Sementara untuk calon yang kalah dapat membantu calon yang menang dengan ide-ide dan pemikiran yang cemerlang guna membangun desa.

"Buat calon yang menang dapat menerima ide-ide tersebut apabila memang benar-benar untuk kemajuan desa. Dan kita berharap dengan adanya pemimpin yang baru di desa dapat lebih baik lagi nantinya." kata Jufrizal.

Sebagaimana diketahui, kabupaten Bener Meriah sejak tanggal 28 Agustus 2019, mengelar Pilkades serentak di 138 desa dari 233 desa yang ada di kabupaten tersebut. Sementara untuk kecamatan Buket sendiri mengelar di 20 desa dari 40 desa yang ada di kecamatan tersebut.**

Baca Juga