Hati-hati Pinjol Ilegal, Warga Sinjai ini Sebut Diteror dan Data Dirinya Disebar

Andi Sinar. /fb/Ashari/AKURATNEWS.

AKURATNEWS - Fintech P2P lending atau yang umum dikenal dengan layanan pinjaman online (Pinjol) perkembangannya sangat pesat sejak tahun 2016.

Dulu layanan Pinjol lebih sering digunakan untuk membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Namun seiring waktu, Pinjol semakin merajalela dan tidak sedikit yang ilegal.

Tahun 2018 saja, OJK menemukan 227 Pinjol ilegal. Lalu Pinjol ilegal meningkat drastis menjadi 1.477 dan 127 Pinjol terdaftar, namun dalam pengawasan OJK.

Pinjol ini menawarkan syarat yang mudah, sehingga menarik minat masyarakat. Hanya perlu foto KTP dan mengisi data-data yg disediakan Pinjol. Dengan tidak membutuhkan waktu lama, uangpun akan cair ke rekening.

Syarat dan pencairan yang mudah tersebut, biasanya diterapkan oleh Pinjol ilegal.

Seperti yang dialami salah seorang warga di Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan bernama Andi Sinar.

Ia mengaku pernah menggunakan aplikasi Pinjol namun berujung kekecewaan, sebab Pinjol yang ia gunakan adalah Pinjol ilegal

Awalnya ia tertarik dengan Pinjol tersebut dengan alasan pencairan yang simpel dan memang saat itu dirinya memang sedang membutuhkan uang.

Melihat tawaran itu di media sosial ia kemudian semakin tertarik. Namun setelah ia jalani, barulah merasakan Pinjol ilegal tersebut dinilai sangat berat.

"Yang berat itu karena belum tanggal jatuh tempo sudah diteror oleh DCnya dan data nasabah sudah disebar ke kontak dengan redaksi kurang etis. Seolah-olah nasabah adalah penipu dan itu saya alami sendiri" kata Sinar, Sabtu (16/10/2021).

Ia kecewa lantaran belum masa jatuh tempo, dirinya sudah diteror oleh pihak pengelola Pinjol ilegal.

Agar masyarakat tak mengalami hal serupa, Sinar kemudian meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mendownload aplikasi Pinjol.

"Masyarakat sih sebagian besar tidak mencari tahu dan membaca soal Pinjol sebelum mendownload aplikasinya. Biasanya Pinjol ilegal akan menawarkan tenor 21-91 hari kepada nasabah, akan tetapi pada saat pencairan, tenor yang diberikan hanya 7 hari dengan potongan bunga yang sangat tinggi," ungkapnya.

Dampak psikologi lainnya, kata Sinar, nasabah mengalami tekanan mental sebab jika diteror oleh pihak Pinjol maka batin terganggu.

"Jangan pernah tergiur kemudahan pencairan di Pinjol, apalagi yang ilegal, karena itu akan menjadi boomerang nantinya diteror oleh DC. Pilihlah lembaga perbankan resmi," katanya.

Diperoleh informasi hingga saat ini setiap harinya OJK menerima kurang lebih 500 aduan. ***

Penulis: Ashari

Baca Juga