Liga Champions 2018/2019

Hattrick Moura Antar Keajaiban Tottenham

Amsterdam, Akuratnews.com  - Babak semifinal Liga Champions tahun ini kembali memperlihatkan keajaibannya lagi.

Usai Liverpool, kini klub sesama Inggris, Tottenham Hotspurs dengan dramatis dan penuh keajaiban juga lolos ke babak final.

Ya...hattrick Lucas Moura akhirnya berhasil membawa Tottenham Hostpur ke final Liga Champions menyingkirkan Ajax Amsterdam di Johan Cruijff Arena, Kamis (9/5) dinihari.

Sukses anak asuh Mauricio Pochettino ini memang dramatis. Sempat tertinggal 0-2 babak pertama, namun bisa bangkit di babak kedua dengan tiga gol.

Sejak awal pertandingan Ajax bertekad mencetak gol cepat untuk mengamankan tiket final. Dan benar saja, ketika laga baru berlangsung lima menit, Matthijs de Ligt sukses mencatatkan namanya di papan skor.

Gol kapten Ajax ini tercatat sebagai pemain muda yang menjebol gawang di semifinal Liga Champions. Ia menyamai apa yang pernah dibuat Nordin Wooter pada 1996 untuk Ajax, Obafemi Martins (2003, Inter Milan) dan Kylian Mbappe (2017, Monaco).

Ketinggalan agregat dua gol membuat pemain Spurs mau tak mau lebih bermain terbuka. Inilah yang membuat pertandingan menjadi seru dan sengit. Sial buat Spurs upaya mereka untuk mengejar ketinggalan selalu kandas.

Ajax sempat mengubur Spurs setelah di menit 36 Hakim Ziyech membuat gol indah. Serangan balik yang dilakukan dilancarkan ke sisi kanan Spurs menghasilkan umpan silang yang dilakukan Kasper Dolberg. Tanpa ampun, Ziyech menendangnya ke sudut tanpa bisa diantisipai Lloris.

Di babak kedua, Spurs mencoba mengejar ketinggalan. Sepuluh menit laga berlangsung, Moura berhasil menyamakan kedudukan.

Gol ini lahir dari umpan Danny Rosse yang memberikan pada Dele Alli. Moura yang menerima umpan Alli tak membuang kesempatan tersebut dengan gol yang bersarang di gawang Andre Onana.

Hanya selang lima menit Moura kembali mencatatkan namanya di papan skor. Kali ini gol lahir dari kemelut di gawang Ajax.

Onana yang sudah melakukan penyelematan tidak diteruskan dengan aksi rekan-rekannya untuk menjauhkan bola. Moura yang mendapatkan bola, meliuk-liuk di kotak penalti dan tanpa ampun menghukum tuan rumah.

Skor 2-2 ini membuat pemain Spurs makin bersemangat mengejar satu gol lagi. Pertahanan Ajax coba dieksplorasi dengan serangan dari semua lini. Namun ketatnya benteng pertahanan Ajax makin sulit ditembus memasuki menit 80.

Moura akhirnya benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai mesin gol Spurs. Di detik-detik akhir, ia berhasil membuat pendukung tuan rumah terdiam.

Gol ini membuat Ajax harus memendam kekecewaan setelah 24 tahun lamanya menunggu untuk berlaga di final. Sedangkan buat Spurs ini adalah sejarah setelah mereka kali pertama akan berlaga di partai puncak.

Dan tentu saja, laga final Liga Champions tahun ini pun menjadi laga All England final lantaran mempertemukan dua klub asal Inggris.

Susunan Pemain
Ajax (4-2-3-1)
Andre Onana; Noussair Mazraoui, Matthijs de Ligt, Daley Blind, Nicolas Tagliafico; Lasse Schone, Frenkie de Jong; Hakim Ziyech, Donny van de Beek, Dusan Tadic; Kasper Dolberg
Cadangan : Joel Veltman, Daley Sinkgraven, Klaas-Jan Huntelaar, Lisandro Magallan, Bruno Varela, Dani de Wit
Pelatih : Erik Ten Hag

Tottenham Hostpurs (4-3-1-2)
Hugo Lloris; Kieran Trippier, Toby Alderweireld, Danny Rose; Moussa Sissoko, Victory Wanyama, Christian Eriksen; Dele Alli; Son Heung-min, Lucas Moura
Cadangan : Erik Lamela, Eric Dier, Fernando Llorente, Juan Foyth, Paulo Gazzaniga, Ben Davies, Oliver Skipp
Pelatih : Mauricio Pochettino

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga