HCNC 2021, Bagaimana Pentingnya Inovasi di Dunia Kampus

Researcher Center for Human Capital Development PPM Manajemen Triara Wulan Nossaria, saat memberikan paparan terkait Inovasi dan learning.

AKURATNEWS - Gelaran HCNC 2021 kali ini, memilih mengangkat tema “Agile Talent & Human Capital", yang mana tema tersebut dipilih karena adanya terjadinya perubahan ekstrem dalam bisnis yang menuntut organisasi untuk membentuk ekosistem bisnis.

Talent yang agile mutlak diperlukan agar organisasi bisa lincah melakukan adaptasi sekaligus antisipasi dalam rangka menemukan sumber daya dan mengidentifikasi koneksi untuk membangun kekuatan. Tantangan besar yang muncul adalah upaya apa saja yang dapat dilakukan oleh organisasi untuk menghadirkan agile talent ini.

Gelaran Mega-Seminar berskala Nasional, yang khusus mengangkat pembahasan dan temuan baru dalam bidang Human Capital berdasarkan hasil riset tahunan Center for Human Capital Development (CHCD), rutin diadakan setiap tahunnya, sejak tahun 2008, dalam wadah Pojok Pintar Manajemen.

Sudah puluhan pembicara high-profile, dan pejabat negara, yang turut terlibat menjadi narasumber di dalam gelaran ini.
Terdapat juga tiga workshop yang bisa membantu audience untuk mampu mengimplementasikan hasil dari HCNC, sekaligus explore lebih jauh terkait pengembangan dirinya untuk menghadapi persaingan di masa mendatang.

Menjawab inovasi yang dapat dilakukan bagi kampus menghadapi Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Researcher Center for Human Capital Development PPM Manajemen Triara Wulan Nossaria mengatakan, Mahasiswa yang baru masuk yang selama ini melakukan perkuliahan online, merupakan sebuah tantangan terkait dengan pertemuan offline yang akan dilaksanakan.

"Pertama, dalam pembelajaran (selama ini), mereka ada banyak sekali hampir semua merasakan pembelajaran itu di kelas. Kedua, mereka melakukan pembelajaran secara online maka ada budaya baru. Fokus kita juga sangat terbatas berinteraksi. Justru dengan cara seperti ini, pembelajaran juga mungkin perlu menarik. Sehingga mahasiswa di sini atau peserta itu, lebih bisa memilih untuk pembelajaran jarak jauh dan offline," katanya.

Lebih jauh dia mengungkapkan, PTM juga penting karena buatlah kurikulum atau metode pembelajaran yang memang membuat orang tersebut aktif untuk belajar jadi bukan picture center lagi.

"Maksudnya fokus pada pembelajarannya, kemudian biarkan mereka mengeksplor pembelajarannya," ujarnya.

"Ketika mereka balik lagi seperti ketika kembali ke kampus dalam arti melakukan orientasi terbaik terlebih dahulu, akan ada orientasi penyesuaian dan itu mungkin perlu dipersiapkan," paparnya.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga