Opini

Heboh Pelarangan Wanita Bercadar Saat Tilawatil Qur’an

Akuratnews.com - Dunia maya dihebohkan dengan video pelarangan cadar saat lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) beberapa waktu lalu(SuaraKaltim.id)

Dalam video berdurasi 2 menit 10 detik tersebut memperlihatkan seorang wanita dilarang memakai cadar oleh panitia beredar di media sosial melalui akun Facebook Cinta Islam pada Selasa (8/9/2020).

Dalam video terdengar suara seorang pria diduga panitia MTQ menyuruh wanita tersebut membuka cadar.

Tolong bisa dibuka cadarnya?" kata panitia melalui pengeras suara.

Mendengar hal tersebut, wanita itu meminta agar membaca dengan posisi mikrofon di dalam cadar . Namun, panitia tetap menolak.

"La (tidak)," kata suara pria tersebut. Dan mengatakan bahwa ini sudah peraturan sejak lama bahwa peserta tilawatil quran tidak boleh memakai cadar.

Perempuan itu kemudian menunduk. Dia diam beberapa saat dan kemudian memutuskan mundur dan bergegas pergi dari tempat acara. Wanita itu terdiam sejenak. Sesaat kemudian, wanita tersebut berdiri dan meninggalkan panggung

Berkenaan dengan viralnya berita tentang penggunaan cadar di MTQ ke-37, di Tebing Tinggi, "di sini kami tekankan pengenaan cadar dalam kegiatan musabaqah bukan sesuatu yang diharamkan. Itu dibenarkan," kata Yusuf, dalam konferensi pers, Selasa, 8 September 2020, di Lobi Hotel, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Tebing Tinggi.

Inilah kasus dalam bingkai negara yang tidak bersandarkan pada Al quran dan hadist dimana pakaian wanita bercadar hanya dianggap membahayakan seperti yg hakim duga tempo hari dalam musabaqoh tilawatil quran lalu. Ia takut bila ada joki yang menyamar menjadi peserta. Seharusnya sebelum peserta naik panggung mereka terlebih dahulu mempersiapkan peserta yang akan tampil musabaqoh pada hari itu. Peserta yang sudah lulus seleksi bukanlah  orang sembarangan melainkan orang-orang pilihan.

Miris kita lihat dari beberapa kejadian.  Negara menciptakan serba terbalik, bagaikan judul sinetron saja" Dunia Terbalik " bagaimana tidak wanita berpakaian sopan seperti itu dilarang bahkan didiskulifikasi.  Tetapi ketika wanita yang memakai rok mini yang jelas-jelas melanggar syariat Islam mereka anggap biasa saja. Dan pemerintah tidak gerah dalam menghadapi hal tersebut.

Indonesia mayoritas penduduknya Islam tetapi umat Islam selalu dibatasi dari segi keyakinan mereka. Bahkan sekarang kata-kata radikalisme mencuat kembali. Umat Islam dianggap radikal. Semakin terlihat buruknya sistem demokrasi ini, dimana Islam sudah mereka anggap asing bahkan orang muslimnya sendiri pun  pobia dengan agamanya. Pengguna cadar dianggap teroris atau penyelundup, takut dengan khilafah dan lain sebagainya.

Bagaimanakah duduk permasalahan yang sebenarnya? Bagaimana hukum cadar dalam Islam?

Hukum cadar dalam Islam adalah mubah, namun ada beberapa mahzab yang berbeda pendapat. Dan itu hak manusia akan memilih mahzab yang mana sesuai yang diyakini.
Benarkah pemakai cadar dipastikan pengikut aliran sesat, kelompok teroris, membebek budaya Arab, dan mengikuti bid’ah?

Betul bahwa ada di antara kelompok aliran sesat yang wanitanya bercadar. Kelompok teroris juga demikian, ada yang wanitanya bercadar. Akan tetapi, cadar bukanlah ciri khas mereka. Artinya, kalau ada wanita yang bercadar belum tentu dia pengikut aliran sesat, belum tentu dia wanita teroris.

Intinya, jangan mudah memvonis dan menuduh tanpa mengerti hukum dan duduk perkara yang sebenarnya. Jangan pula menyamaratakan. Semua perlu kejelasan dan kepastian.

Yang kita inginkan adalah ilmu yang benar terkait masalah cadar ini agar tidak ada lagi tuduhan dan kecurigaan kepada pemakainya. Tidak pula muncul sikap memukul rata bahwa mereka semua dari aliran atau kelompok yang sama.

Karena di Indonesia banyak kaum muslimin yang mengikuti mazhab Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi’i rahimahullah, tergantung dengan yang mereka yakini.

kalangan Mazhab Syafi'i sendiri terjadi perbedaan pendapat. Pendapat pertama menyatakan memakai cadar bagi wanita adalah wajib. Jika wanita khawatir dipandang oleh lelaki ajnabi sehingga menimbulkan kerusakan, haram hukumnya melepaskan niqab(cadar).”

Sungguh sempurba Islam memulaikan wanita, pemakai cadar tidak boleh di cemooh biarkan mereka dengan keyakinannya sendiri. Jadi boleh-boleh saja wanita indonesia memakai cadar bukan hanya untuk kalangan wanita arab saja.

Surat Al-Ahzab ayat 53 disebutkan:

Dalam ayat ini dapat menjelaskan bahwa terdapat syariat penggunaan cadar. Allah berfirman dalam QS. Al-Ahzab ayat 53 yang artinya: “Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari balik hijab.”

Setiap orang memiliki hak untuk mengenakan pakaian yang sesuai dengan selera mereka (yang terpenting tidak melanggar aturan Islam). Termasuk, mengenakan cadar atau celana cingkrang. Apalagi bagi seorang Muslim, yang diwajibkan memakai pakaian yang menutupi aurat sesuai yang diajarkan Rasulullah.

Baca Juga