Heribertus, Peserta SKD CPNS di Matim Mencapai Angka 436 Lebihi Passing Grade

Keterangan Foto: Heribertus Martinus Moskati pose bersama istri dan anaknya usai mengikuti proses SKD CPNS di Aualah Setda Matim || Dok. Humas.
Keterangan Foto: Heribertus Martinus Moskati pose bersama istri dan anaknya usai mengikuti proses SKD CPNS di Aualah Setda Matim || Dok. Humas.

Manggarai Timur, Akuratnews.com -Heribertus Martinus Moskati salah satu peserta pada Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) testing CPNS di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapatkan nilai tertinggi dengan angka "passing grade" 436. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bagian (Kabag) Humas Protocol Setda Matim, Leksi Rahman, pada Selasa (4/02/2020)

Kepala Bagian (Kabag) Humas Protokol Setda Matim, Leksi Rahman menjelaskan, memasuki hari ke lima Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) testing CPNS di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), ada yang berbeda dari proses selama empat hari sebelumnya.

"Ada yang berbeda di mana di hari yang ke lima pada sesi ke tiga salah satu anggota Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) testing CPNS di Matim mendapatkan nilai 436 nilai ini menjadi nilai tertinggi sementara di Kabupaten Manggarai Timur bahkan untuk seluruh kabupaten di Wilayah Nusa Tenggara Timur," jelas Leksi.

Kepala Bagian (Kabag) Humas Protokol Setda Matim itu menerangkan, awalnya Heribertus merasa takut ketika melihat soal Test Intelejensi Umum (TIU) pada proses seleksi itu. Walaupun begitu Heribertus tetap berusaha untuk tenang dan fokus pada pengerjaan soal yang dihadapi di dalam. Heribertus mengaku bangga dan senang ketika dari 149 peserta yang mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) testing CPNS di sesi ke dua dirinya menempati posisi pertama dengan perolehan nilai 436 nilai.

"Awalnya dia merasa takut ketika menghadapi soal Test Intelejensi Umum (TIU) dan akhirnya saya memilih untuk bekerja di menit-menit terakhir", terang Leksi kepada Akuratnews.com.

Dijelaskan bahwa sebelumnya Heribertus pernah mengikuti seleksi di Kabupaten Manggarai namun gagal. Dan akhirnya kali ini saya mendapat prestasi kelulusan dengan nilai 436.

Sedangkan Fransiska Dalima istri dari Martinus ketika diwawancarai media ini, dirinya merasa bangga dan senang ketika melihat suaminya lulus pada ujian seleksi kompetensi dasar pada testing CPNS di Kabupaten Manggarai Timur.

"Siapapun ya? pasangan manapun pasti merasa bangga dan bahagia ketika melihat suaminya mendapatkan nilai yang sangat memuaskan. Dan, ternyata usaha kami selama ini tidak sia-sia", ungkapnya sambil meneteskan air mata kebahagiaan.

Kata Dalima, kesuksesan ini menjadi hal yang sangat bahagi di dalam kehidupan keluarga kecil kami usaha kami tidak sia-sia. Novena memang sangat luar biasa, kisah Dalima.

Sementara itu, Kepala Dinas BKPSDM Dra. Yustina Ngidu mengatakan dirinya merasa bangga karna baru kali ini saya melihat ada peserta testing CPNS mendapatkan nilai yang sangat memuaskan.

"Saya merasa bangga yang sangat luar biasa karena dia peserta pertama yang menjawab saya punya tantangan", ungkap Yustina sembari memberikan senyuman yang lebar.

Kata Yustina, perolehan ini luar biasa pak dan saya menangis ketika dari sekian banyak peserta yang mengikuti Seleksi Kopetensi Dasar (SKD) testing CPNS di Kabupaten Manggarai Timur baru kali ini saya melihat peserta mendapat nilai yang sangat luar biasa", jelas Yustina

Kata Yustina, perolehan nilai yang dia dapat ini sungguh sangat luar biasa. Selama ini dari sesi ke sesi saya memberikan semangat kepada mereka untuk bisa mencapai angka empat ratusan bahkan di depan peserta testing CPNS menjanjikan siapa yang mendapatkan nilai tertinggi saya akan menghantarkan dia sampai di rumahnya bahkan sampai di Elar selatan pun saya siap untuk hantar.

Dijelaskannya, yang menjawab tantangan hari ini sih Heribertus ini mencapai sangat luar biasa dan saya menangis ketika ada peserta yang mendapatkan nilai 436 ini sangat luar biasa dan hebat.

"Dengan perolehan nilai ini saya merasa bangga dan senang karena dia sudah memberikan hal yang terbaik untuk Kabupaten Manggarai Timur, tutup Yustina.

Penulis: Yohanes Marto

Baca Juga