Himpunan Waria Solo Dukung Gibran di Pilkada

Gibran Rakabuming Raka. (Foto istimewa)

Jakarta, Akuratnews.com - Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap salah satu jenis LGBT, yakni Waria. Hal itu terungkap dari keterangan Cinthya Marames, Ketua Himpunan Waria Solo (Hiwaso).

Menurut Cinthya Gibran adalah sosok yang care, ramah, dan peduli. Karena itulah, Hiwaso mendukung Gibran maju ke Pilkada Solo 2020, meskipun Gibran sendiri belum mendeklarasikan diri untuk maju Pilwakot tersebut.

“Dia (Gibran) sangat care terhadap teman-teman waria. Bila dengar sosok Gibran kami sangat setuju kalau dia dicalonkan. Kami bisa paham sosok dia. Karena selama ini Mas Gibran sangat peduli dengan teman-teman,” ujar Cinthya Marames, seperti dilansir situs nasional, Selasa (13/8/2019).

Cinthya mencontohkan, kepedulian Gibran kepada kaum waria yaitu mau melayani permintaan swafoto dan mengobrol saat bertemu dalam suatu acara. Seperti saat ada kegiatan yang melibatkan waria di Graha Saba Buana Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo.

“Beberapa kali teman-teman bertemu Mas Gibran saat ada acara di Graha Saba Buana di Sumber. Dia tidak sombong, mau bersalaman, mengobrol, dan foto dengan teman-teman. Teman-teman kadang ada job menari atau merias di Graha Saba,” tutur dia.

Lebih jauh Cinthya mengaku belum tahu banyak siapa saja figur yang digadang-gadang menjadi cawali-cawawali Solo.

Yang pasti menurut dia, Solo butuh figur pemimpin yang merakyat, ramah, dan peduli terhadap kaum waria utamanya dalam hal kesehatan.

Cinthya mengatakan para waria yang tergabung dalam Hiwaso membutuhkan layanan kesehatan rutin seperti pemeriksaan HIV/AIDS.

Tapi sebagian dari mereka kesulitan mengakses layanan tersebut karena tidak mempunyai kartu identitas yang aktif.

“Sebagian dari teman-teman kan ada yang dari luar Solo. Di daerah asal mereka berdentitas laki-laki, dan berani menjadi diri mereka sendiri sebagai waria saat di Solo. Lah mereka tidak berani mengurus atau memperbarui kartu identitas yang mati,” sambung dia.

Saat ini tercatat ada 180 anggota Hiwaso Solo yang 30 persennya berasal dari Solo. Dari 180-an waria Solo, sekitar 15 persennya tidak punya identitas atau kartu identitasnya mati. Untuk menyikapi hal itu Hiwaso mengeluarkan kartu anggota Hiwaso.

“Teman-teman ingin dipermudah dalam mendapatkan layanan kesehatan. Contohnya untuk pemeriksaan HIV/AIDS sekarang harus punya identitas. Padahal ada beberapa teman waria yang tidak punya identitas atau kartu identitasnya mati,” kata dia.**

Penulis: Hugeng Widodo
Editor: Redaksi

Baca Juga