Pilpres 2019

Hinca: SBY Tak Setuju ‘Putihkan GBK’ di Kampanye Prabowo

Sekjen Demokrat Hinca Pandjaitan, Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2018). Foto: Rahmi/Akuratnews.com
Sekjen Demokrat Hinca Pandjaitan, Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2018). Foto: Rahmi/Akuratnews.com

Jakarta, Akuratnews.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sejak awal menilai kampanye akbar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Gelora Bung Karno sarat dengan nuansa politik identitas.

SBY juga tidak sepakat dengan penggunaan frasa ‘putihkan GBK’ karena mengasosiasikan penganut agama tertentu saja.

Sebelumnya, SBY mengirim pesan kepada Hinca, Wakil Ketua Umum Syarief Hassan, dan Ketua Dewan Kehormatan Amir Syamsuddin. Dalam surat, SBY meminta agar mempertimbangkan kembali konsep acara kampanye akbar di Gelora Bung Karno.

“Kami menilai kental karena itu kami ingatkan. Sebutan-sebutan pada simbol-simbol itu apalagi identitas, dia menganggap berpotensi tidak menyatukan. Jadi misalnya, bisa cari tema lain yang tidak terasosiasi dengan simbol keagamaan tertentu,” kata Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan di Jakarta, Senin (8/4/2019).

Hinca menekankan bahwa simbol putih hanya mengasosiasikan kelompok penganut agama tertentu saja. Sementara kampanye akbar calon pemimpin negara mesti merangkul semua kalangan.

Setelah SBY memberi pesan tersebut, Hinca mengaku langsung menyampaikan kepada Prabowo dan Badan Pemenangan Nasional. Pesan SBY diakomodir, yakni dengan menghadirkan sejumlah tokoh agama selain Islam pada kampanye akbar di GBK, Minggu kemarin (7/4).

Hinca berharap ke depannya tema kampanye tidak lagi mengasosiasikan kelompok tertentu. Menurutnya, Demokrat memiliki beban moral untuk mencegah itu terjadi lantaran memiliki landasan nasionalis religius.

“Jangan putih saja. Birunya juga banyak di situ. Ada birunya Demokrat dan kawan kawan yang lain,” kata Hinca.

Hinca lalu menampik ada keretakan antara Demokrat dengan BPN Prabowo-Sandi.

Dia mengatakan Demokrat masih menjadi bagian BPN tanpa ada gesekan-gesekan yang berpotensi membesar. Dia memberi bukti lewat kehadiran petinggi Demokrat dalam kampanye akbar di GBK.

Menurut Hinca, resep demi menciptakan alam demokrasi yang baik adalah menerima kritik. Hinca yakin kritik Demokrat kepada BPN tidak akan ditanggapi negatif. Sebaliknya, dia menganggap kawan yang baik adalah mampu memberikan kritik di momen yang tepat.

“Demokrasi kan memang membutuhkan kritik lah. Demokrat juga kan berada dalam koalisi itu. Jadi ikut menjaga agar tetap di arah itu. Inklusif itu,” ucap Hinca.

“Tidak, sama sekali tidak ada keretakan. Tadi malam saya bertemu lagi dengan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, dan teman teman yang lain, kita berdiskusi untuk membicarakan tahapan berikut,” kata Hinca.

Penulis: Hengky
Editor: Redaksi

Baca Juga