Hotel Sahid Jaya International Kembangkan Sayap Bisnis ke Pangandaran

Direktur Utama PT Hotel Sahid Jaya International, Tbk, Dr. Ir. H. Hariyadi Sukamdani, MM, saat memberikan keterangan pers kepada awak media secara daring, Jumat, 05 Agustus 2022.

AKURATNEWS – Pasca Pandemi Covid-19, sektor pariwisata terus menggeliat, salah satunya penopang industri pariwisata yakni perhotelan. Dalam mengembangkan sayap bisnisnya untuk melakukan penetrasi bisnis pasca pandemi, Hotel Sahid Jaya Internasional (HSJI) menambah jaringan di wilayah Jawa Barat, tepatnya di wilayah Pangandaran.

“Dapat kami sampaikan bahwa, di tahun 2020 ini unit operator kami membuka hotel di Pangandaran yaitu di Jawa Barat, bernama Alur Kilas. Ini sudah mulai beroperasi dan untuk selanjutnya ada beberapa yang sedang kami persiapkan dari unit operator hotel kami (d wilayah lain-red),” ungkap Direksi PT Hotel Sahid Jaya International, Tbk, Dr. Ir. H. Hariyadi Sukamdani, MM, kepada awak media secara daring, usai memberi keterangan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun 2021 dan Public Expose 2022, Jumat (5/8/2022) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Lebih jauh, Hariyadi menjelaskan, dalam penetrasi bisnisnya Hotel Sahid mengalami okupansi yang positif, hingga mencapai lebih dari 50 persen.

“Dapat kami sampaikan bahwa saat ini okupansi dari Hotel Sahid adalah sekitar 50 sampai 60 persen. Dan untuk target akhir tahun, kami harapkan akan berada sekitar 60 persen hingga satu tahun ke depan,” jelasnya.

Terkait dengan Capital expenditure (CapEx) sepanjang 2022, masih kata Haryadi, pihaknya telah mempersiapkan anggaran dana senilai Rp.12,6 miliar, yang mana diutamakan untuk peningkatan upgrading fasilitas publik dan juga menambah outlet baru dengan relounching dengan konsep distro kekinian, peralatan, mekanikal elektrikal dan juga plumbing.

“Di semester pertama kurang lebih sekitar 3 miliar sudah diselesaikan. Totalnya anggaran kami selama tahun 2022 sampai dengan 2023, tergantung dari  kecepatan renovasinya senilai Rp.12,6 miliar,’ katanya.

Saham, Perimbangan Segmen dan Hemat Energi

Terkait dengan nilai saham, Hariyadi memaparkan bahwasanya perubahannya sangat dinamis. Yang mana, sektor periwisata, salah satunya di bisnis perhotelan saat ini diakuinya mengalami tekanan.

“Hampir seluruh sektor yang terkait pariwisata mengalami tekanan selama pandemi. Kami harapkan setelah recovery nilai saham tersebut akan kembali pulih seperti tahun 2019,” harapnya.

Pertumbuhan bisnis Hotel Sahid, tidak terlepas dari pasar yang ada hingga saat ini. Yang mana, Hotel Sahid melihat perimbangan segmen pasar tidak dapat dilepaskan dari nilai jual, baik itu dari sektor korporasi maupun goverment.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga