HPSN 2019 Harus Jadi Momentum Kesadaran Pemda dan Masyarakat Medan dalam Pengelolaan Sampah

Medan, Akuratnews.com - Peringatan Hari Pengelolaan Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada 21 Februari 2019 kemarin diharapkan dapat menjadi momentum membangun kesadaran pentingnya penanganan dan pengelolaan sampah, baik dari Pemerintah Daerah (Pemda) maupun masyarakat.

Hal ini juga terkait dengan persoalan sampah di beberapa daerah di Sumatera Utara, khususnya kota Medan yang dari waktu ke waktu masih terus bermasalah.

Seperti diketahui, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menganugrahi kota Medan masuk dalam katagori Kota Metropolitan Terkotor 2018. Hal ini dipandang semakin mengukuhkan kondisi kota Medan sesungguhnya.

Kementerian LHK dalam program Adipura untuk periode 2017–2018 beberapa waktu lalu memberikan penilaian tersebut berdasarkan penilaian fisik dan tempat pemrosesan akhir (TPA) karena tidak menggunakan sistem sanitary landfill atau sistem lahan urug terkendali sebagaimana UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah,

Anggota Komisi D DPRD Medan, Drs H Hendra DS menyebutkan, saat ini kota Medan baru memiliki 3 tempat penampungan akhir (TPA) yakni TPA Terjun, TPA Namo Bintang, dan TPA STM Hilir.

"Ketiga TPA tersebut belum cukup untuk menampung sampah masyarakat kota Medan yang mencapai hingga 2.000 ton sampah setiap harinya yang berasal dari 21 kecamatan. 50 persen merupakan sampah rumah tangga" ujar Hendra DS, Jumat (22/2).

Menurut Hendra, Pemerintah Kota Medan tentu memiliki Dokumen Kebijakan dan Strategi Daerah Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga seperti amanat Perpres 97/2017 maupun Perda nomor 6/2015 tentang sampah yang bisa dijadikan acuan dalam pengelolaan maupun penindakan.

Namun, sebut Hendra, Pemerintah Kota Medan masih belum ada strategi yang diprogramkan secara signifikan untuk menangani sampah rumah tangga maupun pengawasan dan penindakan terhadap masyarakat yang membuang sampah sembarangan tersebut.

Anggota Komisi D DPRD Medan, Drs H Hendra DS

"Selain kelemahan dan kekurangan Pemko Medan dalan pengelolaan dan pengawasan juga kesadaran masyarakat sangat rendah. Terkadang ada warga yang seenaknya membuang sampah dari atas kenderaan ke jalan atau ke parit," ungkap Hendra.

Oleh karena itu, Hendra berharap pemerintah kota Medan harus terus berkoordinasi dengan kecamatan dan kelurahan termasuk Satpol PP terkait strategi penanganan sampah rumah tangga.

Dikatakannya, sampah yang menumpuk di pinggir badan jalan harus segera diangkut dengan armada yang ada serta ada petugas di tingkat lingkungan, kelurahan dan kecamatan untuk melakukan pengawasan terhadap penumpukan sampah maupun warga yang membuang sampah sembarangan.

"Harus terus dibangun kesadaran seluruh masyarakat bahwa sampah ini bisa menjadi malapetaka bersama jika tidak kita kelola dengan baik," ujarnya.

Untuk itulah, tambah Hendra, kesadaran merupakan hal utama yang harus di bangun agar gerakan mengatasi sampah dapat sama-sama dijalankan.

Sebelumnya dalam peringatan Hari Pengelolaan Sampah Nasional 2019 pada 21 Februari 2019 lalu Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution menyebutkan, saat ini Medan merupakan kota metropolitan menghadapi banyak rintangan dalam persoalan sampah.

"Selain masalah sampah, masalah banjir dan kemacetan merupakan tiga masalah klasik di Kota Medan sejak dari dulu. Berbagai upaya telah dan akan terus dilakukan pemerintah untuk menangani ketiga masalah ini." sebut Wakil Wali Kota Medan.

Akhyar mengatakan, pengelolaan sampah menjadi sebuah tantangan yang harus dihadapi jika ingin menjadi kota ini sebagai kota yang nyaman dan layak huni. Inovasi teknologi harus turut serta berperan dalam menangani masalah sampah di Kota Medan.

"Inovasi teknologi yang kian berkembang dapat berperan dalam menangani masalah sampah yang terjadi di Kota Medan saat ini, serta kepedulian warga juga harus bisa ditingkatkan untuk turut serta menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya," ujarnya.

Selain itu, kata Akhyar, kesadaran warga Kota Medan untuk peduli terhadap lingkungan sampai saat ini masih sangat rendah. Kebiasaan masyarakat untuk membuang sampah sembarangan dan juga membakar sampah, turut memperparah kondisi lingkungan. (HSP)

Penulis:

Baca Juga