Humprey: Pihaknya Sama Sekali Tidak Berniat Mendzalimi Ma’aruf Amin

Humprey Djemat saat konperensi pers

Jakarta, Akuratnews.com - Pihak terdakwa kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) angkat bicara terkait dengan ramainya pemberitaan soal sidang ke delapan yang dimana pihaknya dituding telah mendzalimi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma' ruf Amin saat memberikan kesaksiannya.

Hal tersebut disampaikan oleh anggota tim penasehat hukum Ahok, Humprey R. Djemat saat gelar jumpa pers di Restoran Aroma Sedap, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (01/02/17).

Menurutnya, itu merupakan sikap profesional dalam proses persidangan dan pihaknya sama sekali tidak berniat mendzalimi Ma' aruf dalam sidang lanjutan dugaan penodaan agama.

"Kemudian, yang terjadi kita (pengacara) tidak sama sekali mendazalimi Maruf Amin," kata Humprey.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan, jika persidangan harus berlangsung selama tujuh jam itu dikarenakan banyak sekali keterangan yang ingin digali dari pihak saksi, Terutama mengenai sikap keagamaan MUI terhadap Ahok.

Baginya  dalam proses mendengarkan keterangan saksi, aturan mainnya sudah jelas, selama masih dibutuhkan jawabannya maka proses tersebut masih diizinkan untuk berlanjut.

Kalau dipersidangan aturan main sangat jelas. Wasitnya majelis hakim. Sepanjang hakim tidak memotong atau hentikan ataupun melarang berarti boleh," kata Humprey.

Humprey juga menegaskan Maruf Amin merupakan pihak saksi yang dihadirkan oleh pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) bukan dari pihak penasihat hukum.

Penulis:

Baca Juga