HUT ke-54 Tahun, PPM Manajemen Angkat Isu Perubahan Era Pandemi dan Digital

Webinar PPM Manajemen dalam rangka Hari jadinya yang ke 54 tahun, menghadirkan Rudiantara, Komisaris Utama PT. Semen Indonesia, Tbk. (Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia 2016-2019); dan Enggartiasto Lukita, Dewan Pengawas Yayasan PPM Manajemen (Menteri Perdagangan Republik Indonesia 2016-2019).

Jakarta, Akuratnews.com - Sejak Pandemi melanda awal 2020, PPM Manajemen bergerak mengusung #PantangBerhentiBerkarya, sebuah manifestasi untuk terus mendukung karya insan Indonesia di tengah pandemi. Lalu di usia 54 tahun tahun ini PPM Manajemen mengajak seluruh insan Indonesia untuk #BangkitRaihBersama dari imbas pandemi yang terjadi. Hal tersebut menandakan bahwa lembaga manajemen pertama di Indonesia ini selalu hadir dan berkontribusi nyata untuk bangsa Indonesia juga demi kemajuan praktik dan ilmu manajemen Indonesia.

PPM Manajemen berkomitmen menjadi mitra dalam menjawab solusi manajemen terintegrasi bagi organisasi. PPM Manajemen senantiasa menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam upaya pengembangan ilmu dan praktik manajemen di Indonesia. Serta menjadi Afiliasi dari berbagai Asosiasi Internasional, dan semakin banyak menyelenggarakan pelatihan bersertifikasi Nasional. Begitu sepak terjangnya selama 54 tahun mewarnai Indonesia dengan manajemen.

“Masa 54 tahun merupakan suatu perjalanan panjang dan kemudian kami bersama sepakat untuk mengambil judul transformasi manajemen pemerintah dan korporasi menghadapi perubahan di era pandemi dan digital,” ujar Ketua Pembina Yayasan, Shanti L Poesposoetjipto, Sabtu 3 Juli 2021.

Menurutnya, negara kita sangat majemuk, landasan Pancasila menggambarkan kemajemukan bangsa kita. Maka transformasi manajemen baginya adalah suatu perjalan hidup bagi suatu organisasi.

"Diselenggarakan secara virtual, acara ini memberikan tambahan wawasan dan pencerahan agar lembaga pemerintah maupun korporasi di Indonesia mampu melakukan transformasi yang tepat untuk dapat bertahan, bahkan tumbuh berkembang dalam situasi pandemi dan era digital saat ini.

Seperti diketahui pandemi mempercepat terjadinya transformasi manajemen di berbagai sektor. Transformasi manajemen menghadirkan kemungkinan untuk mendorong bisnis model dengan pengendalian dan tatanan governansi organisasi yang baru. Salah satunya dengan menghadirkan kegiatan berinovasi yang tepat untuk penciptaan produk dan layanan digital yang bernilai bagi pelanggan.

Saat ini, transformasi manajemen semakin dibutuhkan dalam transisi industri 4.0. Transisi ini memiliki kekuatan pendorong untuk mempererat hubungan antara transformasi manajemen dengan peluang teknologi yang baru. Landasan digitalisasi membantu organisasi untuk mampu mengembangkan kompetensi dalam menyerap peluang baru. Sehingga diharapkan dapat memberikan keunggulan bersaing pada perusahaan melalui pengelolaan perubahan pada strategi bisnis atau bisnis model dari organisasi.

Terkait dengan lapangan pekerjaan, Enggartiasto Lukita, Dewan Pengawas Yayasan PPM Manajemen (Menteri Perdagangan Republik Indonesia 2016-2019), mengatakan kenyataannya terjadi kesenjangan antara perguruan tinggi dengan lapangan kerja. Perguruan tinggi terkesan menjadi menara Gading dan paling sulit adalah merubah perguruan tinggi itu sendiri untuk menyesuaikan kurikulum-kurikulum dan Silabus atas kebutuhan real.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga