I Gede Pasek Sebut MSAT Disidang Berdasarkan Opini Media

AKURATNEWS - Kuasa Hukum, Mochammad Subchi Azal Tzani (42) alias Bechi, yang saat ini menjadi terdakwa pencabulan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Shiddiqiyyah Jombang, I Gede Pasek Suardika, merasa kliennya di dzolimi, karena diadili hanya berdasarkan opini media, bukan fakta sebenarnya.

Menurut I Gede Pasek, tuduhan yang beredar di media, yang menyatakan perbuatan biadap Bechi itu telah memakan puluhan korban, tidak benar. Karena faktanya hanya ada 1 orang korban.

"Berita yang beredar di media, korban itu ada belasan orang santri, ada lima orang santri, namun faktanya hanya ada satu orang dan sudah dewasa usianya 20 tahun, sekarang 25 tahun," ungkap Gede Pasek, usai sidang yang dilakukan secara online dan tertutup tersebut, Senin (18/7/22).

Gede Pasek menyatakan, bahwa kliennya saat ini disidang berdasarkan opini yang beredar dalam media.

" Mas Bechi sendiri, sekarang merasa sangat didzolimi karena kejadian itu tidak ada. Dan diadili karena opini, kita buka saja sekarang, kita buktikan apa dakwaan itu fakta atau opini," tambah mantan politisi partai Demokrat itu.

Untuk itu lanjut Gede Pasek, pemerkosaan yang didakwakan terhadap kliennya tersebut, perlu diuji dalam sidang untuk mendapat kebenaran.

"Ini bukan kata saya tapi dakwaan, masuk akal tidak. Namun nyatanya korban membuka bajunya sendiri." Tegasnya.

Terkait informasi yang mengatakan korban membuka baju sendiri, kebenaran adanya pencabulan yang dilakukan terdakwa, I Gede Pasek mengelak dan menyatakan mendengar dari cerita." Tidak, itu berdasar cerita yang bersangkutan, saya hanya membaca dalam dakwaan. Makanya nanti kita uji dalam persidangan," tutupnya.

Penulis:

Baca Juga