IDI: 80 Persen Korban Gempa dan Tsunami Butuh Penanganan Ortopedi

Palu, Akuratnews.com - Tim Aju Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melaporkan, sekitar 80 persen korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tenggara membutuhkan penanganan ortopedi.

Sekjen Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Adib Khumaidi, SpOT beserta sejumlah tim medis IDI turun langsung menangani korban gempa dan tsunami dengan menggunakan pesawat hercules C130 dari TNI AU yang berangkat dari Lanud TNI AU Makassar.

"Tim PB IDI membawa bantuan perlengkapan untuk operasi ortopedi beserta obat-obatan yang dibutuhkan," ujar Adib dalam keterangan resminya, Kamis (4/10/2018).

Selanjutnya setelah tiba di RS Undata Palu, tim PB IDI segera melakukan koordinasi gabungan dengan pemerintah dan NGO terkait alur pelayanan dan kondisi di lokasi bencana.

"Kami sudah menerima laporan tim Aju sehingga setiba disini (Palu), tim IDI dapat segera melakukan tindakan untuk meminimalkan risiko bagi para korban gempa dan tsunami," imbuhnya.

Sebelumnya, PB IDI telah mengirimkan tim medis sehari setelah bencana terjadi. IDI juga menyediakan RS terapung KRI dr Soeharso yang saat ini telah berlabuh di pelabuhan Palu.

"Sementara itu RS Terapung Ksatria Airlangga yang bertolak dari Kepulauan Alor dan Banda Neira dipastikan akan berlabuh hari ini (4/10) di Donggala untuk menangani kondisi korban bencana di daerah tersebut," tukas dia.

Sedangkan untuk Mobile Clinic dan RSUD di Palu sudah siap digunakan beserta ketersediaan logistik obat-obatan. "Selain itu, PB IDI beserta Baznas akan membuat pos medis di bandara yang berfungsi untuk menscreening kondisi pasien yang meninggalkan atau kembali ke Palu," ulasnya. (Isw)

Penulis:

Baca Juga