IDI Bantah Bakal Boikot Rawat Pasien Corona

Jakarta, Akuratnews.com - Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Daeng M Faqih mengklarifikasi terkait berita yang menyebutkan jika IDI akan memboikot penatalaksanaan perawatan pasien virus Corona seperti yang diberitakan kemarin.

"Pertama, tidak ada ancaman mogok dari petugas/tenaga kesehatan. Kedua, Petugas kesehatan tetap bersama rakyat di lini depan untuk menolong dan merawat warga yang sakit karena virus Covid-19. Ketiga, menghimbau kepada semua pihak untuk bekerja lebih keras, termasuk membatu penyediaan APD bagi petugas kesehatan," ujar Faqih di kantor Dewan Pers, Jakarta, Sabtu (28/3).

"Silakan baca rilis yang kami keluarkan tanggal 27 Maret dengan jelas," imbuhnya.

Di dalam rilis IDI bersama empat organisasi profesi kesehatan lain yang ditandatangani dirinya, tertulis bahwa dalam kondisi wabah, kemungkinan setiap pasien yang diperiksa adalah ODP atau PDP atau pasien Covid-19.

Lebih lanjut ditegaskannya, jumlah tenaga kesehatan yang terjangkit virus Covid-19 semakin meningkat, bahkan sebagian meninggal dunia.

Dalam rilis itu disebutkan, setiap tenaga kesehatan berisiko untuk tertular virus Covid-19. Maka, IDI meminta terjaminnya APD yang sesuai untuk setiap tenaga kesehatan. Bila hal ini tidak terpenuhi kami meminta kepada anggota profesi kami untuk sementara tidak ikut melakukan perawatan penanganan pasien Covid-19 demi melindungi dan menjaga keselamatan sejawat.

"Himbauan untuk tidak menangani itu untuk petugas kesehatan dalam kondisi tidak ada APD. Tetapi yang pakai APD tentu saja boleh merawat pasien Covid-19," tegas Daeng M Faqih.

Himbauan tersebut kata dia sangat tepat karena petugas kesehatan sangat berisiko tertular.

"Nah jalau tertular jatuh sakit maka tidak bisa lagi menolong untuk merawat pasien," jelasnya.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga