Opini

Idris-Pradi Dulu Mesra Kini Kontra

Depok, Akuratnews.com- Tampil sebagai pasangan dan menjadi pemenang di Pemilihan Kepala Daerah Depok 2015 lalu, Mohammad Idris dan Pradi Supriatna kini akhirnya saling kontra di ajang Pilkada Depok 9 Desember 2020 mendatang.

Setelah hampir lima tahun memimpin pemerintahan, kebersamaan pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok 2015-2020 itu pupus di ajang Pilkada Depok 2020.

Melalui situs resmi Komisi Pemilihan Unum (KPU) Kota Depok, kota-depok.kpu.go.id diumumkan daftar bakal pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Tahun 2020 hanya dua kandidat hingga Minggu,(6/9/2020).

"Pasangan Pradi Supriatna – Afifah Alia mendaftar pada 4 September 2020 pukul 14:43 Wib. Sedang,
Pasangan Mohammad Idris – Imam Budi Hartono mendaftar pada 6 September 2020 pukul 09:46 WIB," demikian disampaikan Ketua KPU Depok, Nana Shobarna Senin,(7/9/2020).

Sementara itu, isu keretakan hubungan diantara Idris - Pradi mulai terkuak jelang berakhirnya masa jabatan mereka sebagai kepala daerah Depok.

Dikabarkan, sebagai Wakil Wali Kota Depok Pradi, bahkan Gerindra kerap ditinggalkan saat menentukan kebijakan daerah. Alias Pradi ditinggalkan Idris.

Semakin jauhnya relasi PKS dengan Gerindra selama menjalankan pemerintahan, semakin
Menambah renggangnya hubungan Idris dengan Pradi selama menjalankan pemerintahan.

Pihak Gerindra menganggap bahwa dalam pembuatan keputusan, Gerindra kerap tidak dilibatkan, termasuk Pradi Supriatna sebagai Wakil Wali Kota Depok.

Terbaru, Pradi tak dimasukkan oleh Idris ke dalam jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok yang berisi pejabat-pejabat di Pemkot Depok.

Sekertaris DPC Gerindra Kota Depok, Hamzah mengatakan, jika Gerindra sudah tidak mau kalau dengan PKS.

Lantaran itu juga pihaknya sudah tidak berkomunikasi dengan PKS dan saling bertarung di Pilkada Depok 2020.

"Kan sudah pernah (koalisi dengan PKS) dan sudah pernah dikhianati. Buat apa kita, masa mau dibohongi dua kali?" Kata Hamzah.

Di Pilkada tahun 2020 ini, keduanya telah miliki pasangan baru. Pradi Supriatna lebih pilih Afifah Alia figur wanita jadi pendampingnya. Sedang, Mohammad Idris dipasangkan dengan politisi PKS Imam Budi Hartono.

Pada tahapan Pilkada Depok 2020, baik Pradi maupun Idris telah sama-sama resmi mendaftar di KPU Depok sebagai kandidat Wali Kota Depok.

Kini keduanya juga miliki rasa optimis yang kuat bisa menang dengan dukungan dari masing-masung mesin partai politik pendukungnya.

Bermodal 33 kursi di parlemen, Pradi makin mantab dan yakin jadi pemenang Pilkada Depok 2020.

"Sangat optimis dan yakin bisa menang untuk perubahan di Depok" ucap Pradi usai resmi daftarkan diri di KPU Depok, Jumat,(4/9/2020).

Demikian juga dengan Idris, meski bermodal minoritas suara di parlemen, dirinya pun tak mau kalah optimis dari Pradi.

"Kita yakin akan menang, karena kita juga didukung oleh relawan yang berasal dari berbagai kalangan,” ucap Idris pada deklarasi koalisi Tertata Adil Sejahtera di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jumat,(4/9/2020).

Pada kubu koalisi Depok Bangkit, selain Partai Gerindra - PDI Perjuangan yang lebih dulu menyatakan berkoalisi, parpol parlemen lain yang turut tergabung dalam koalisi Bangkit antara lain Golkar, PKB, PAN, dan PSI.

Sementara parpol non parlemen yang tergabung di koalisi Bangkit adalah Hanura, Perindo, Nasdem, Garuda, PKPI, dan PBB.

Sedang, pada deklarasi koalisi Tertata Adil Sejahtera di dalamnya terdiri dari PKS, Demokrat, PPP dan partai Berkarya

Penulis:

Baca Juga