Pesan Imam Besar Masjid Istiqlal

Idul Fitri Jadi Ajang Lapang Dada Usai Beda Pilihan di Pemilu Lalu

Jakarta, Akuratnews.com - Idul Fitri 1440 Hijriah tinggal menghitung hari. Momen ini sudah seharusnya mampu menjadi momen melapangkan dada untuk saling memaafkan atas semua konflik yang terjadi akibat perbedaan, termasuk dalam perbedaan pilihan dalam ajang Pemilu yang baru saja dijalani bangsa ini.

"Mari lepaskan beban atas kesalahan kita dengan sesama. Ini momentum yang bagus untuk saling memaafkan," ujar Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof KH Nasaruddin Umar saat berbincang dengan sejumlah awak media di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (1/6).

Dikatakannya, Idul Fitri yang di Indonesia disebut juga Lebaran berasal dari kata 'Lebar' yang bisa diartikan dengan melebarkan atau melapangkan hati untuk bisa memaafkan kesalahan sesama.

"Mari kita lapangkan dada, kalau kita tak bisa melapangkan dada, esensi Lebaran tidak terlaksana karena hati kita ternyata sempit," papar mantan Wakil Menteri Agama ini.

Nasaruddin juga meminta masyarakat tidak mudah terpancing dengan hal-hal sensitif yang membawa agama sebagai kendaraannya.

"Bahasa agama paling seksi untuk digunakan. Hati-hati menggunakan bahasa agama untuk melegitimasi sebuah kepentingan. Jangan sampai kita keliru menggunakan bahasa agama. Intinya jangan mudah terpancing," tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Nasaruddin atas nama pengurus Masjid Istiqlal juga menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono di National Hospital Singapura, Sabtu (1/6) siang.

"Turut berduka atas berpulangnya ke Rahmatullah salah satu putri terbaik bangsa ini, ibu Hj Ani Yudhoyono. Insha Allah panggilan Allah saat bulan Ramadhan, mudah-mudahan adalah pertanda baik bagi almarhumah," ujar Nasaruddin.

Ia berharap seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, serta untuk almarhumah diberikan tempat yang mulia di sisi Allah.

Penulis: Rianz

Baca Juga