Tambah Hukuman Bagi Dukun Yang Ancam dan Cabuli Anak Tirinya di Cimahi

Jakarta, Akuratnews.com - Baru-baru ini, Supriadi alias Eyang Anom (50) yang mengaku sebagai dukun mencabuli dua putri tirinya sejak usia di bawah umur.

Seorang putri tirinya kini telah menikah dengan orang lain meski mengandung anaknya. Perbuatan ini dipergoki ibu kandung korban.

Melihat fenomena ini, Ketua Umum Indonesian Feminist Lawyer Club (FLC), Nur Setia Alam Prawiranegara meminta polisi memberi hukuman maksimal plus hukuman tambahan bagi pelaku

"Pelaku harus mendapat hukuman maksimal dari UU Perlindungan Anak dan ditambah sepertiga. Pelaku sebagai orangtua melakukan perbuatan yang sudah tidak manusiawi," tandas Nur di Jakarta, Sabtu (8/3).

Ditegaskannya, apa yang telah diperbuat tersangka dilakukan dalam kondisi sadar dan jangan sampai dielakkan dengan mengatakan karena ilmunya, perbuatan tersebut tetap harus dipertanggungjawabkan, tanpa ada pengecualian.

"Korban harus mendapatkan pemulihan psikis karena kejadian telah berulang selama beberapa tahun dan menyimpan luka bagi sang korban.

"Jika tidak dipulihkan psikisnya, akan berefek buruk pada kehidupan di masa depannya. Kita juga minta bagi masyarakat peduli dan peka jika ada suatu kejadian yang janggal di lingkungan sekitarnya, sehingga tidak terlambat penanganannya," pungkas Nur Alam.

Untuk diketahui, pelaku seperti diungkapkan Kapolres Cimahi, AKBP M Yoris MY Marzuki, melakuka aksi bejatnya ini sejak 2012, yaitu saat korban masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) hingga seorang korban saat ini berusia 19 tahun.

"Jika korban tidak mau bersetubuh, pelaku mengancam menggunakan kapak. Aksinya ini diketahui pada 1 Februari 2020, saat pelaku meminta korban untuk memijatnya, ibu korban memergok aksi bejat suaminya tersebut," ujar Yoris di Polres Cimahi, Selasa (25/2).

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga