Kasus Percobaan Bunuh Diri Siswa SMP

IFLC Soroti Penguatan Pola Pendidikan dan Ekstra Kulikuler di Sekolah

Jakarta, Akuratnews.com - Kasus percobaan bunuh diri akibat bullying pada salah satu siswi SMP di Ciracas, Jakarta Timur bukan kasus pertama di DKI Jakarta.

Tercatat pada November 2019 juga terjadi kasus serupa di salah satu SMPN di Pademangan, Jakarta Utara.

Percobaan bunuh diri ini berpotensi ditiru anak-anak di sekolah lain dan akan membuat preseden buruk bagi dunia pendidikan.

Hal ini juga menjadi perhatian serius Indonesia Feminist Lawyer Club (IFLC). Lembaga yang konsern terhadap penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak ini melihat peran sekolah, orangtua dan pemerintah harus terus ditingkatkan guna mencegah bullying ini.

"Program pola pendidikan sekolah dan esktra kulikuler harus lebih diperkuat agar SDM para siswa menjadi kuat dan mampu berpikir secara logika dan tidak manja dalam menghadapi tantangan hidup," tegas Ketua Umum IFLC, Nur Setia Alam Prawiranegara di Jakarta, Selasa (28/1).

Lanjutnya, kewajiban lingkungan, sekolah dan pemerintah serta orangtua untuk melakukan pencegahan bullying dan korban harus kontinyu dilakukan.

"Pemerintah dan kepolisian juga harus menjaga agar bentuk-bentuk kekerasan secara siber tidak mudah dikonsumsi masyarakat terutama usia anak-anak,' tandas Nur.

ILFC pun mengingatkan pada para pelaku bullying, jika perbuatan melawan hukum yang berupa psikis dan fisik akan terkena tindak pidana.

"Jadi berpikirlah secara bijak, dan posisikan jika hal itu terjadi pada dirinya sendiri," tegasnya.

Bagi korban bullyung, Nur pun berpesan agar tak memiliki pikiran jalan pintas untuk mengakhiri hidup.

"Tetap harus mempunyai semangat hidup. Hidup memang tidak sempurna, tapi kita harus kuat dan mampu menjalaninya. Suatu hari, bila kita kuat dan tegar, niscaya akan bisa berdiri tegak dengan luar biasa," pungkas Nur Alam.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga