Iklan Berbudi Luhur’ Menarik Tanpa Konflik

Rismiatun, Mahasiswi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur

Oleh : Rismiatun, Mahasiswi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur

Iklan dalam dunia usaha merupakan salah satu tools yang utama dalam memperkenalkan produk ke khalayak. Iklan secara sederhana merupakan suatu aktivitas untuk memberitahukan, menginformasikan keunggulan produk, baik barang maupun jasa, melalui media massa, secara konvensional maupun melalui media baru. Iklan secara umum antara lain berfungsi untuk menginformasikan, mengedukasi, mengajak/membujuk khalayak untuk melakukan pembelian terhadap produk (barang/jasa) yang ditawarkan.

Untuk membuat suatu iklan yang menarik minat khalayak terutama target pasar yang dituju, maka konsep desain iklan secara keseluruhan harus dibuat unik tanpa meninggalkan identitas produk itu sendiri. Pada saat pengemasan iklan, kadangkala kreator iklan membuat suatu iklan yang over dramatisir suatu keadaan demi menarik minat khalayak. Hal ini tentu saja harus tetap memperhatikan norma dan etika periklanan yang berlaku.

Beberapa iklan seringkali muncul dengan video yang tidak realistis atau mengada-ada demi meraih minat penonton sebanyak-banyaknya. Hal ini tentu saja bertentangan dengan etika periklanan, nilai-nilai budaya Indonesia serta ideologi bangsa Indonesia.
Ciri-ciri sebuah iklan yang baik setidaknya berpedoman terhadap beberapa hal, antara lain :

  1. Memperhatikan etika : Konsep iklan disesuaikan dengan nilai-nilai luhur ketimuran. Hal ini berkaitan dengan pantas tidaknya iklan tersebut ditayangkan, apakah iklan tersebut masih tergolong santun dan layak dilihat atau tidak, serta menghindari isi iklan yang menyinggung isu SARA yang dapat menimbulkan kontroversi yang bisa mengganggu stabilitas persatuan bangsa.
  2. Memperhatikan estetika : Kelayakan waktu penayangan yang sesuai. Sehingga konsep iklan disesuaikan dengan kondisi fenomena sosial yang ada, serta target pasar yang dituju, serta waktu penayangan.
  3. Memperhatikan nilai seni atau artistik : Konsep iklan memperhatikan nilai seni agar menarik minat khalayak dan target pasar.

Berdasarkanpengamatanpenulis, ada sebuah iklan produk kecantikan yang sangat baik yang akhir-akhir ini muncul di televisi dan chanel youtube, yaitu Iklan Ponds White Beauty.

Seperti yang biasa kita ketahui bahwa umumnya iklan produk pemutih selalu menggunakan model dengan menggambarkan hasil wajah putih. Namun kali ini dalam iklan tersebut, Ponds menggunakan model dengan tipe kulit wajah berbeda. Hal ini sangat menarik karena dalam konsep iklan yang ditayangkan oleh Ponds, sebagai brand yang cukup ternama di Indonesia, Ponds mempertimbangkan dengan sangat baik konsep iklannya.

Apabila kita telaah, iklan tersebut mengandung beberapa unsur budaya ketimuran, antara lain :

  1. Penggunaan model dengan kulit wajah yang berbeda; dari sisi etika, selain kemungkinan adalah untuk meluaskan jangkauan pasar, dimana wanita Indonesia memiliki kulit wajah berbeda, Ponds juga telah menghindari unsur SARA, yang berarti Ponds turut serta dalam menjaga keutuhan Bangsa Indonesia.
  2. Secara estetika, Ponds memanfaatkan momen dengan baik, dimana saat ini sedang gencar khalayak dengan isu Pancasilais. Maka konsep iklan dengan menampilkan 3 (tiga) model dengan kulit wajah berbeda sangat tepat, sehingga menghindari isu SARA dalam hal ini kesukuan, dimana umumnya perbedaan suku sangat mudah dilihat dari warna kulit seseorang.
  3. Sisi artistik tetap ditonjolkan dengan tagline iklan yaitu “warna kulit apapun bisa”. Tagline tersebut tentunya akan menarik minat khalayak untuk mencoba karena ini akan menggiring persepsi khalayak untuk berani mencoba meskipun kulit wajah asli bukanlah kulit putih.
Penulis:

Baca Juga