Imbas Ekonomi Masa Pandemi, Gugatan Cerai di Ciamis Melesat Lima Kali Lipat

Ciamis  Akuratnews.com - Pandemi Covid-19 di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, diduga memicu melonjaknya angka perceraian.

Pengadilan Agama (PA) Ciamis mencatat, sejak awal 2020 hingga Juli 2020, 4.000 perkara gugat cerai sudah masuk. Mayoritas penyebab perceraian didominasi faktor ekonomi.

Kepala PA Ciamis, Anang Permana menjelaskan, dalam dua bulan terakhir yakni Juni-Juli 2020, warga yang mengajukan gugatan cerai sudah mencapai lebih dari seribu perkara.

"Setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berakhir pada Juni 2020, PA Ciamis menerima 766 perkara gugatan cerai. Sedangkan  awal hingga pertengahan Juli sudah mencapai lebih dari 300 perkara gugatan cerai," kata Anang kepada wartawan di Ciamis, baru-baru ini.

Ia menyebut kenaikan angka gugatan ini sampai berlipat-lipat.

"Sampai empat atau lima kali lipat," papar Anang.

Ia melanjutkan, proses perceraian di PA Kabupaten Ciamis ini dilakukan dengan beberapa cara. Di antaranya tatap muka dan online atau dalam jaringan (daring).

Dirinya memprediksi, perkara gugatan cerai di PA Ciamis akan terus meningkat. Bagi warga yang terkendala jarak, PA Ciamis juga menyediakan fasilitas online dan bantuan hukum secara gratis.

"Dilihat dari pola hidup masyarakat sekarang, gugatan cerai tiap hari diterima PA Ciamis. Diperkirakan jumlah perkara pada Juli 2020 kemungkinan sama dengan Juni 2020 lalu. Sekitar 700-800 perkara," ujar Anang.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga