Imbas Pembangunan Jadi Alasan Dua Distrik di Teluk Bintuni Ini Dukung PMK2

Teluk Bintuni, Akuratnews.com - Upaya pembangunan yang berkesinambungan dan dirasakan masyarakat menjadi modal besar bagi Ir Petrus Kasihiw, MT dan Matret Kokop, SH (PMK2).

Dalam safari politiknya di sejumlah distrik dan kampung di Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw dan Matret Kokop yang juga petahana ini tampak ramai dengan dukungan masyarakat.

Distrik Fafurwar sebagai tanah kelahiran Piet Kasihiw menyatakan dukungan total kepada pasangan PMK2, karena manfaat pembangunan yang sudah mereka rasakan langsung.

Hal ini salah satunya diungkapkan Loudwik Forimbe, warga Kampung Moniara, Distrik Fafurwar saat Piet Kasihiw dan Matret Kokop meresmikan posko pemenangan di Kampung Moniara, distrik Fafurwar, baru-baru ini.

“Pada pencoblosan 9 Desember 2020 nanti, kami warga Kampung Moniara sepakat memenangkan pasangan Petrus Kasihiw-Matret Kokop 100 persen,” ujar Loudwik.

Loudwik menambahkan, keputusan mendukung Piet-Matret ini muncul dari warga karena masih ingin melihat pembangunan yang berkelanjutan.

Akses pembangunan jalan serta pembangunan rumah layak huni yang dilakukan sebagai program pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Piet-Matret merupakan bukti nyata yang menjadikan nilai jual PMK2 kuat di mata masyarakat.

Sementara itu, di Tanah Merah, Distrik Tanah Merah, pasangan petahana ini meresmikan total 28 posko yang tersebar di seluruh kampung, pada Rabu (14/10).

Dukungan yang diberikan oleh warga Tanah Merah pun meluap, inilah yang menyebabkan Koordinator Tim PMK2, Jilid II, Kampung Tanah Merah, Distrik Sumuri, Yulius Sabandafa optimis dengan kemenangan besar di kampung ini.

”Untuk kampung Tanah Merah sendiri ada 27 posko ditambah dengan satu posko induk pemenangan, maka PMK2 akan bungkus suara pemilih di Tanah Merah. Saya bisa targetkan 95 persen suara untuk PMK2, karena sebelum mendirikan posko, saya sudah terlebih dulu survey di kampung ini. Saat itu saya tanyakan masyarakat kira-kira ikut siapa dan hampir 95 persen menyatakan ikut saya, makanya kami berani dirikan posko,” ujar Yulius.

Berbagai sambutan warga diatraksikan dalam balutan tarian adat yang indah. Posko Alifuru yang merupakan basis orang Maluku pun tak kalah atraktif.

Tarian adat cakalele disajikan dengan penuh kesakralan sebagai bagian dari sumpah untuk tetap mengawal pasangan incumbent ini untuk bisa terus melanjutkan pembangunan di kabupaten yang akrab disapa negeri Sisar Matiti ini.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga