Imbas Perpanjangan PPKM Darurat, Rupiah Lemah Lagi

FORUM Keadilan - Di tengah kekhawatiran pelaku pasar terhadap meluasnya varian Delta Covid-19 berdampak pada nilai tukar (kurs) rupiah. Kurs yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan ditutup melemah.

Rupiah ditutup melemah 15 poin atau 0,1 persen ke posisi Rp14.498 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.483 per dolar AS.

Analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya mengatakan, pergerakan rupiah hari ini terpengaruh oleh perkembangan domestik.

"Dari domestik rupiah dipengaruhi oleh sentimen kekhawatiran dari dampak ekonomi PPKM Darurat dan masih belum melandainya tingkat penularan kasus harian Covid-19," katanya, Jumat (23/7).

Di Indonesia, pada Kamis (15/7) jumlah kasus baru COVID-19 mencetak rekor harian baru yaitu 56.757 kasus sehingga total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 menjadi 2.726.803 kasus.

Pemerintah pun berencana memperpanjang implementasi PPKM Darurat hingga enam minggu untuk menekan eskalasi kasus baru COVID-19.

Dari sisi global, lanjut Rully, perkembangan rupiah dan juga beberapa mata uang negara berkembang lainnya ditopang oleh kebijakan moneter bankk sentral AS, Federal Reserve (Fed) yang masih akomodatif dan likuiditas global yang masih cukup tinggi.

"Kecenderungan adanya rebound Indeks Dolar karena ada kecenderungan flight to safety karena memburuknya pandemi akibat varian Delta di Asia," kata Rully.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.500 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.498 per dolar AS hingga Rp14.508 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat melemah ke posisi Rp14.517 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.503 per dolar AS.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga