Bursa Komoditi

Impor China Melonjak, Harga Minyak Naik

Minyak
Minyak

AKURATNEWS - Harga minyak ditutup lebih tinggi pada peredagangan di hari Selasa (13/10/2020), dimana harga minyak mentah AS naik kembali $ 40 sehari setelah menetap di level terendah dalam seminggu, karena data menunjukkan lonjakan impor minyak mentah China.

Disebutkan bahwa Impor minyak mentah China naik setara dengan 11,8 juta barel per hari pada September, menempatkannya naik 2% dari bulan sebelumnya. Dengan kata lain, penurunan yang biasanya terjadi setelah kenaikan pembelian besar-besaran di awal musim panas belum terwujud,. Impor minyak mentah China naik 12,7% dari tahun ke tahun dalam sembilan bulan pertama. Namun, permintaan China yang kuat tidak mungkin mengimbangi berbagai faktor bearish dalam jangka panjang.

Sentimen negative dalam jangka panjang diantaranya lonjakan tajam dalam produksi minyak mentah Libya karena ladang minyak terbesarnya kembali online, yang dapat menggandakan produksi minyak mentah negara itu menjadi 650.000 barel per hari dalam beberapa minggu, katanya. Berakhirnya pemogokan minyak Norwegia dan kembalinya produksi di Teluk Meksiko juga dikreditkan atas aksi jual minyak mentah hari Senin.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman bulan November naik 77 sen, atau hampir 2%, untuk menetap di $ 40,20 per barel di New York Mercantile Exchange. Harga minyak mentah Brent yang menjadi patokan harga dunia, untuk kontrak bulan Desember naik 73 sen, atau hampir 1,8%, menjadi $ 42,45 per barel di ICE Futures Europe. Harga minyak mentah WTI mungkin bertahan di atas $ 40 untuk saat ini tetapi tidak bisa berharap itu akan bertahan lebih lama. Sebagaimana saat mengalami benturan oleh Badai Delta dan serangan di Norwegia, tetapi kedua risiko itu telah berlalu dan produksi Libya meningkat.

Pada hari Selasa, Biro Keselamatan dan Penegakan Lingkungan AS memperkirakan bahwa 43,57% dari produksi minyak Teluk ditutup. Itu merupakan peningkatan dari 69,4% pada hari Senin. Ini akan menuju periode sulit bagi ekonomi global ketika pembatasan semakin parah, prospek minyak tidak terlalu bagus.

Dalam laporan bulanan Selasa, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) membiarkan prospek permintaan minyak 2020 relatif tidak berubah, memperkirakan penurunan 9,5 juta barel per hari, tahun ke tahun,  mencapai 90,3 juta barel per hari. Namun, untuk tahun 2021, OPEC merevisi permintaan lebih rendah sebesar 80.000 barel per hari, memperkirakan pertumbuhan 6,5 juta barel per hari mencapai 96,8 juta barel per hari, dengan pemotongan tersebut sebagian besar mencerminkan prospek pertumbuhan yang lebih rendah untuk wilayah pasar maju dan berkembang dibandingkan dengan Prakiraan September.

Secara terpisah, laporan tahunan Badan Energi Internasional memperkirakan bahwa permintaan energi global diperkirakan akan pulih ke level sebelum krisis pada awal 2023, di bawah skenario di mana COVID-19 dikendalikan pada 2021 dan ekonomi global kembali ke tingkat sebelum krisis tahun itu.

Data mingguan tentang pasokan minyak AS akan dirilis oleh Administrasi Informasi Energi pada hari Kamis, sehari lebih lambat dari biasanya karena hari libur federal AS pada hari Senin. Rata-rata, pasokan minyak mentah domestik diperkirakan akan mencatat penurunan 2,3 juta barel untuk pekan yang berakhir pada 9 Oktober, menurut survei analis oleh S&P Global Platts.

Penulis:

Baca Juga