In Memoriam Gus Im: Mentor Aktivis Yang Jauh Dari Publisitas

Jakarta, Akuratnews.com - Tepat waktu Subuh di awal bulan kemerdekaan Republik Indonesia, KH Hasyim Wahid atau yang akrab disapa Gus Im, dipanggil sang Maha Kuasa.

Gus Im yang juga salah satu pendiri sayap kepemudaan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Garda Bangsa ini menghembuskan nafas terakhirnya, Sabtu (1/8).

Putra terakhir Pahlawan Nasional Wahid Hasyim ini dikenal sebagai salah satu mentor utama para aktivis gerakan di masa reformasi, terutama aktivis yang berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU).

Beliau tak hanya mementori para aktivis yang ada di Ibukota. Tak jarang ia turun langsung ke daerah-daerah, terutama menjelang reformasi 98.

Meskipun 'anak didiknya' banyak muncul dan dikenal luas sebagai para pemimpin negeri ini, Gus Im tak terlalu menyukai publisitas.

Banyak kalangan yang menyatakan bahwa kecerdasan Gus Im dan Gus Dur sebenarnya 11-12 alias tak jauh beda. Namun bedanya, Gus Dur seringkali tampil di panggung utama, tapi Gus Im lebih senang di belakang layar mengisi otak para pemuda yang kelak akan tampil di panggung pemikiran dan kepemimpinan.

Hal ini diakui Ketua Umum DKN Garda Bangsa Tommy Kurniawan saat melayat di rumah duka sang mentor. Pria yang akrab disapa Tomkur ini menyatakan kehilangannya.

"Walaupun secara pribadi saya tidak dididik langsung beliau, namun spirit yang diwariskan dalam tubuh Garda Bangsa sangatlah terasa," ujar Tomkur.

"Spirit dan pemikiran beliau itu akan kami teruskan agar Garda Bangsa semakin jaya. Terima kasih Gus Im," imbuhnya.

Sementara itu, Sekjen DKN Garda Bangsa, M Rodli Kaelani menceritakan, pasca PKB didirikan, Gus Im memanggil para aktivis senior yang kemudian menjadi para tokoh awal Garda Bangsa seperti Arvin Hakim Thoha, Suwadi D Pranoto, Eman Hermawan dkk agar segera membuat sayap politik PKB yang dikhususkan untuk kaum muda yang juga berfungsi sebagai motor partai.

"Pertimbangan Gus Im agar agregasi politik anak-anak muda NU bisa cepat dan dinamis. Mengimbangi gerakan Gus Dur dan para kiai," tutur mantan Ketua Umum PB PMII ini.

Setelah disemayamkan di rumah duka di Ciganjur, Gus Im rencananya akan dimakamkan di Kompleks Pemakaman Keluarga Pesantren Denanyar Jombang, Jawa Timur.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga