Indonesia Barokah Bukan Produk Jurnalistik

JAKARTA, Akuratnews.com - Dewan Pers telah selesai melakukan kajian terhadap tabloid Indonesia Barokah yang dianggap menyudutkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Kajian dilakukan setelah ada aduan resmi dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) dan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah.

Dan hasilnya, Dewan Pers memutuskan tabloid berisi 16 halaman itu tidak memenuhi syarat sebagai sebuah perusahaan pers sebagaimana diatur dalam UU 40/1999 tentang Pers dan peraturan dari Dewan Pers tentang standar perusahaan pers dan kode etik jurnalistik. 

“Pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh tabloid Indonesia Barokah dipersilakan menggunakan UU lain di luar UU 40/1999 tentang Pers, karena dilihat dari sisi adminitrasi dan konten, Indonesia Barokah bukan produk pers,” kata Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/1). 

Selain itu, dari hasil kajian, tulisan dan konten dalam rubrik laporan utama, liputan khusus hanya memuat beberapa pernyataan dari narasumber yang telah dimuat dalam media siber lain.

Yoseph menambahkan, tulisan yang terdapat dalam tabloid Indonesia Barokah memuat opini yang menghakimi mendeskriditkan Prabowo tanpa disertai verifikasi, klarifikasi ataupun konfirmasi kepada pihak yang diberitakan.

Padahal hal itu merupakan kewajiban media sebagaimana tertera dalam kode etik jurnalistik. (rianz)

Penulis:

Baca Juga