Buntut Dipaksa Mundur Dari All England 2021

Indonesia Laporkan BWF ke Arbitrase Olahraga Internasional

Jakarta, Akuratnews.com - Buntut dipaksa mundurnya tim All England Indonesia dari kejuaraan All England 2021 membuat Komite Olimpiade Indonesia (NOC) akan melaporkan kasus ini ke Pengadilan Arbritase Olahraga Internasional (CAS).

"Kami melihat apa yang dilakukan BWF sangat tidak profesional. Kami sudah komunikasi dengan PBSI, Kemenpora, Kemenlu, Asian Badminton Federation dan kami akan teruskan skandal ini ke Pengadilan Arbritase Olahraga Internasional," kata Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC), Raja Sapta Oktohari di Jakarta, Sabtu (28/3).

BWF dimintanya meminta maaf dan bertanggung jawab terhadap atlet Indonesia yang sampai hari ini masih dikarantina di Birmingham.

"Kami akan teruskan stakeholder ke OCA (Dewan Olimpiade Asia) dan IOC (Komite Olimpiade Internasional) supaya kejadian tidak terulang. Target utama kita memastikan apa yang terjadi di Indonesia tidak diulangi oleh BWF dan BWF harus tanggung jawab atas kelalaian dan keteledoran," ucap Raja Sapta Oktohari.

Sebelumnya, Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (Ketum PBSI), Agung Firman Sampurna  menuding keputusan National Health Service (NHS) alias Badan Layanan Kesehatan Inggris sebagai dalang untuk mencegah Indonesia meraih juara.

"Indonesia sangat berbahaya dan kami kandidat juara yang kuat," ujar Agung di Jakarta, Kamis (18/3).

Agung pun menilai keputusan NHS itu terasa janggal.

"Anda bisa bayangkan, betapa anehnya, kami sudah vaksin dua kali, tiba-tiba bukan (cuma) tidak boleh bertanding, tapi juga diminta isolasi 10 hari. Saya kurang paham, apakah ini diskriminasi atau tidak, kalau enggak boleh tanding, ya pulangkan saja, itu saja, kan?" tegasnya.

Ia pun memastikan tak tinggal diam dengan kondisi tersebut. PBSI, lanjutnya, tetap akan berjuang untuk melihat peluang agar wakil-wakil Indonesia bisa tetap bertanding di All England 2021.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun ikut memantau langsung kasus yang dialami atlet badminton Indonesia di All England 2021.

"Presiden meminta kami dan Kemenlu melakukan langkah cepat dan terbaik. Terutama menyelamatkan anak kita yang ada di sana. Kemudian Presiden juga minta supaya perlakuan-perlakuan tidak baik jangan didiamkan," Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali.

BWF dipandangnya tidak profesional dan tidak transparan serta diskriminatif.

"Karena cukup buktinya, saya berani mengatakan kami sangat kecewa. BWF tidak boleh buang badan berlindung dalam aturan di Inggris," tandas Zainudin.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga