Ingin Panjang Usia? Segera Deteksi Dini Hati Anda

AKURATNEWS - Sirosis hati atau kerusakan hati menahun dikarenakan fibrosis hati menjadi salah satu penyakit yang menakutkan.

Selain tak memiliki gejala yang khas pada stadium awal, tetapi memiliki risiko kematian yang tinggi pada stadium lanjut yaitu pada stadium dekompensasi bisa terjadi.

Satu-satunya langkah yang efektif adalah melakukan deteksi awal penyakit hati. Lalu bagaimana cara mengenali gejala sirosis dan penyebabnya?

Sirosis hati secara perlahan akan mengakibatkan menurunnya fungsi hati dan meningkatkan tekanan vena portal. Hal ini berjalan bertahun tahun tanpa memberikan gejala dan tanda klinis yang tidak kita sadari. Namun perkembangan ini dapat kita hambat atau hentikan bila penyebabnya diobati.

"Penyebab sirosis hati dapat diketahui melalui deteksi awal melalui pemeriksaan klinis dan laboratoris," tutur dr. Agus Sudiro Waspodo Sp. PD - KGEH dari Siloam Hospital ASRi saat Edukasi Webinar, di Jakarta.

Dikatakan Agus Sudiro, gejala khusus yang harus diketahui yaitu ketika penderita sirosis kerap mengalami rasa mual, muntah secara kontinyu, lemas dan mengalami penurunan nafsu makan.

"Gejala khusus lainnya adalah timbulnya rasa tidak nyaman di daerah perut sebelah kanan bagian atas, bagian mata yang berwarna putih menjadi menguning dan atau muntah darah," imbuh Agus.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Gastro Enterologi Hepatologi Siloam Hospitals Asri ini sangat menyarankan agar masyarakat segera melakukan deteksi dini pada organ hati, karna merupakan langkah efektif guna mengetahui ada tidaknya potensi sirosis pada organ hati.

"Terlebih jika Anda rutin mengkonsumsi cairan beralkohol, memiliki berat badan berlebih atau pernah terinfeksi virus Hepatitis," ungkap Agus menjelaskan penyebab terjadinya gejala khusus sirosis hati.

Pada edukasi tersebut, ia juga menjelaskan, melalui deteksi dini, dokter dapat menentukan seseorang menderita sirosis melalui perubahan pada tubuh pasien. Namun untuk lebih memastikannya, dokter akan menjalankan tes darah, uji pencitraan, atau mengambil sampel jaringan dari hati.

"Dari deteksi dini tersebut, akan diketahui. Jika diperlukan pengobatan sirosis bertujuan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan meredakan gejala yang timbul," papar Agus.

Apabila organ hati sudah tidak bisa berfungsi, penderita perlu menjalani transplantasi hati, yaitu mengganti organ hati yang rusak dengan organ hati yang sehat dari pendonor.

Agus menjelaskan, Sirosis Hati dapat di kelompokan menjadi dua kategori, yaitu :

1. SIROSIS KOMPENSASI, yaitu tidak ditemukannya "Simtom" yang berhubungan meski kemungkinan sudah terdapat varises "Esofagus" atau Varises " Gaster". Secara klinis gambarannya sebagai berikut :

Keluhan pasien:
Lemas, Cepat lelah dan rasa tidak nyaman di daerah perut kanan atas.

Pemeriksaan Jasmani:
Adanya tanda tanda pemyakit hati yang menahun.

Pemeriksaan Laboratorium:
Ratio SGOT/SGPT > 1. Dan details lain.

Ultrasonografi:
Permukaan hati tidak rata, pelebaran vera porta dan lainnya.

Endoscopy:
Dapat ditemukan varises esofagus tidak berdarah.

2. SIROSIS DEKOMPENSASI yaitu telah ditemukannya simtom yang berkaitan dengan penyakitnya seperti "Ikterik". Akibat penurunan fungsi hatinya atau simtom yang berhubungan dengan adanya "hipertensi portal" seperti Ascites, Pendarahan Varises esofagus atau encephalopati hepatika.

Gambaran klinisnya sebagai berikut:

Keluhan Pasien:
Mata menjadi kuning, buang air kecil berwarna kuning, muntah darah, buang air besar berwarna hitam, perut buncit, kaki bengkak, kesadaran menurun.

Pemeriksaan Jasmani:
Mata ikterik, Asites, Edema dan lain lain.

Pemeriksaan Laboratorium:
SGOT/SGPT > 1, dan lain lain.

Ultrasonografi:
Permukaan hati tidak rata, pelebaran berna porta dan lainnya.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga