Ini 5 Kekurangan LRT Palembang Menurut YLKI

Jakarta, Akuratnews.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) memberikan lima catatan kekurangan terhadap pembangunan Light Rail Transit (LRT) Palembang. Hal itu setelah Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengikuti kunjungan kerja Menteri BUMN, Rini Soemarno ke LRT Palembang, Kamis (30/08/2018).

Setelah menyambangi depo LRT dan menjajal naik dari Stasiun Jakabaring menuju Stasiun Palembang Icon, ia menyampaikan lima catatan kekurangan. Pertama, depo LRT belum mempunyai peralatan yang cukup, seperti lifting untuk menarik gerbong dan lain-lain.

"Bagaimana mungkin sebuah depo tidak mempunyai peralatan yang cukup?" ujar Tulus dalam keterangan tertulis, Kamis (30/8/2018).

Kedua, ia mengungkapkan saat kereta akan berhenti di stasiun dan mengerem, bunyi remnya berderit cukup keras. "Suara derit ini dipertanyakan konsunen, ini ada apa?" imbuhnya.

Ketiga, pengeras suara di dalam kabin kereta tidak terlalu jelas, sehingga informasi tentang pemberhentian stasiun tidak terdengar oleh penumpang. "Apalagi kalah oleh suara derit rem dan suara berisik kereta," tukas dia.

Keempat, di dalam kabin kereta belum ada peta perjalanan secara komplit sebagaimana peta perjalanan di KRL Jakarta. Kelima, jembatan penyeberangan orang di stasiun Jakabaring terlalu panjang.

Hal tersebut menurutnya bisa mengakibatkan calon konsumen mengurungkan niat naik KRL. Apalagi, karakter orang Indonesia malas jalan kaki.

"Semoga lekas ada penyempurnaan sehingga LRT Palembang menjadi sarana transportasi yang handal bagi warga Palembang," tutup dia. Turut serta dalam kunjungan kerja itu adalah Direktur BUMN, pengamat dan kalangan jurnalis. (Ysf)

Penulis:

Baca Juga