Ini Keputusan PDIP Soal Afifah dan IBH

Depok, Akuratnews.com- Setelah dugaan kasus pelecehan verbal yang dirasakan Afifah Alia dari kandidat Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono (IBH) dari PKS, ramai diberitakan, PDI Perjuangan akhirnya tentukan sikap untuk lebih pilih fokus pada pemenangan di Pilkada Depok 2020.

"Saya kira alasannya sudah disampaikan oleh pak Sekjen (Hasto Kristyanto) untuk fokus kepada upaya pemenangan," ucap Sekjen DPC PDI P Kota Depok Ikravany Hilman, Senin,(14/5/2020).

Dikatakan Ikhrav, hingga sekarang masih belum ada permintaan maaf dari IBH kepada Afifah Alia. Dan PDI Perjuangan tak lagi persoalkanya.

Permintaan maaf sejauh ini belum ada," jelas Ikravany

Meski diakui Ikravany, jika pihaknya telah banyak juga menerima desakan dari kejadian itu.

"Kami menerima banyak desakan dari berbagai komunitas. Terutama komunitas perempuan," kata Ikravany kepada Akuratnewscom.

Untuk itu, lanjut Ikravany, kami mempersilahkan yang lain untuk bersuara. Untuk menyatakan pendapatnya di depan publik.

Lantaran menurutnya memang ini bukan hanya persoalan PDI Perjuangan. Ini soal harkat dan martabat perempuan.

Sementara, Afifah Alia juga mengatakan jika arahan partainya untuk fokus pada pemenangan dan menjadikan hal ini sebagai cambukan.

Meski demikian, kata Afifah, seperti yang disampaikan pelaku kata bercanda untuk mencairkan suasana, oleh sebagian masyarakat kita dianggap sebagai hal yang luar biasa.

"Baru pertama bertemu bercanda seperti itu. Dan pelaku menganggap itu adalah hal yang biasa saja, katanya saat dihubungi, Senin,(14/9/2020) sore.

"Telinga saya tidak tuli, saya mendengar hal ini. Namun dalam kebanyakan masalah seperti ini, pelaku selalu memiliki dalih," tambah Afifah.

Menurutnya, partainya bahkan memerintahkan persoalan perempuan menjadi salah satu intervensi yang harus diperhatikan saat Pradi-Afifah menjabat nanti.

"Intervensi perempuan secara sosial, ekonomi dan budaya," kata Afifah.

Dia menilai, selama ini banyak sekali kasus-kasus pelecehan kepada perempuan di Kota Depok yang diabaikan oleh Pemerintah Kota.

Sementara itu IBH mengungkapkan bahwa Pilkada itu adu gagasan bukan hal-hal yang seperti itu. "Ga apa-apa kalo itu tidak benar kan pasti akan berbalik. Saya yang akan menuntut pencemaran nama baik," katanya menanggapi kabar akan adanya upaya hukum terkait kejadian itu, Kamis,(10/9/2020) lalu.

Dalam klarifikasinya IBH juga mengatakan jika Afifah mungkin tidak mendengar kalimat yang dia ucap sepenuhnya.

"Itu untuk mencairkan suasana agar menghilangkan kekakuan komunikasi sesama paslon, dan yang saya maksud Afifa itu panggilan cucu saya, bukan beliau," kata IBH.

Penulis:

Baca Juga