Ini Lho Syarat Boncengan Sepeda Motor Saat PSBB

Jakarta, Akuratnews.com - Kebijakan Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta juga mengatur tentang moda transportasi, khususnya untuk jenis kendaraan roda dua.

Dalam kebijakan PPSB ini, penumpang kendaraan roda dua atau sepeda motor masih diperbolehkan berboncengan.

Dalam live streaming di Polda Metro Jaya, Jumat (10/4), Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, pengendara sepeda motor pribadi masih diperbolehkan membawa penumpang asalkan penumpang tersebut memiliki domisili yang sama dengan pengemudi motor.

"Artinya, satu kendaraan sepeda motor hanya bisa melintas di DKI Jakarta dan penumpangnya masih satu keluarga atau masih satu rumah," kata Syafrin.

Syafrin melanjutkan, alasan tidak ada larangan berboncengan sepeda motor di DKI Jakarta lantaran sepeda motor merupakan kendaraan yang paling banyak digunakan bagi masyarakat yang masih melakukan kegiatan atau aktivitas kerja selama masa PSBB.

"Namun demikian, hal tersebut tidak berlaku bagi ojek online (ojol). Ojol hanya bisa mengangkut barang selama masa PSBB berlangsung," jelas Syafrin.

Di tempat yang sama, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Punomo Yogo mengatakan akan ada 33 Pos Check Point untuk melakukan pengecekan pembatasan jumlah penumpang.

33 pos ini tersebar di sejumlah titik pintu masuk atau perbatasan wilayah Jakarta dengan wilayah sekitar, termasuk di terminal bus dan gerbang tol.

"Ke 33 pos itu terutama berada di pintu masuk Jakarta, diantaranya di Kalideres, Jakarta Barat, Ciputat, Caman, Jakarta Timur dan beberapa wilayah lainnya," kata Sambodo.

Di setiap pos disiagakan petugas beserta aparat dari Dishub DKI yang akan mengawasi dan memeriksa kendaraan yang melintas.

DKI Jakarta resmi ditetapkan sebagai wilayah yang memberlakukan pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan virus Corona (Covid-19).

Keputusan pemberlakuan PSBB ini tertuang dalam surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor HK.01.07/MENKES/239/2020.

Penulis: Suroso
Editor: Redaksi

Baca Juga