Bupati Novi Diduga Lelang Jabatan, Ini Tarif Jadi Kades dan Camat di Nganjuk

AKURATNEWS - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Bareskrim Polri melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat, ajudannya dan lima Camat.

Modus kasus ini terkait dugaan suap terkait pengisian/lelang jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk Provinsi Jawa Timur.

"Modus operandi, para Camat memberikan sejumlah uang kepada Bupati Nganjuk melalui ajudan Bupati terkait mutasi dan promosi jabatan mereka dan pengisian jabatan tingkat kecamatan di jajaran Kabupaten Nganjuk," ujar Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri Brigjen Djoko Poerwanto dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (10/5) lalu.

Diungkapkannya, berdasarkan informasi penyidik, untuk level perangkat desa, Novi mematok harga antara Rp10 juta sampai Rp15 juta. Sementara di jabatan level atasnya, yakni Camat, politisi PKB itu mematok tarif Rp150 juta.

"Ini kan masih awal, kita akan lakukan pendalaman dan pengembangan. Mudah-mudahan dari hasil penyidikan kita akan mendapatkan informasi yang lebih lengkap," imbuhnya.

Djoko mengungkapkan, tim gabungan KPK dan Polri mengamankan Bupati Nganjuk Novi dan para Camat serta Ajudan Novi pada hari Minggu (9/5) sekitar pukul 19.00 WIB.

"Pada hari Minggu tanggal 9 Mei 2021 sekira pukul 19.00, tim gabungan Dit Tipidkor Bareskrim Polri dan KPK mengamankan Bupati Nganjuk, NRH dan beberapa Camat di jajaran Kabupaten Nganjuk," ungkap Djoko.

Selain Novi, Bareskrim Polri juga mentersangkakan Camat Pace Durpriono, Camat Tanjunganom Edie Srijato, Camat Berbek Haryanto, Camat Loceret Bambang Subagio, mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo, dan ajudan Bupati Nganjuk M. Izza Muhtadin.

Penyidik juga menyita uang tunai sebesar Rp647.900.000 dari brankas pribadi Bupati Nganjuk, delapan unit telepon genggam, dan sebuah buku tabungan Bank Jatim atas nama Tri Basuki Widodo.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga