Ini Penjelasan BPIP Soal Salam Pancasila Mau Gantikan Assalamualaikum

Kepala BPIP Yudian Wahyudi
Kepala BPIP Yudian Wahyudi

Jakarta, Akuratnews.com - Benarkah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) akan mengganti salam keagamaan dengan salam Pancasila?

Beberapa waktu terakhir ini muncul perbincangan di berbagai media massa mengenai pernyataan Kepala BPIP Yudian Wahyudi terkait akan mengganti salam umat Muslim, Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, dengan Pancasila.

Berdasarkan keterangan tertulis Direktorat Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP yang diterima, Jumat (21/2/2020), wacana itu berawal dari hasil wawancara salah satu media online dengan Kepala BPIP Yudian Wahyudi pada 12 Februari.

Menurut keterangan tersebut, Yudian tidak ada menarasikan menyatakan penggantian Assalamualaikum dengan Salam Pancasila. BPIP tidak pernah mengusulkan penggantian Assalamualaikum dengan Salam Pancasila.

Yang disampaikan adalah mengenai kesepakatan-kesepakatan nasional mengenai tanda dalam bentuk salam dalam pelayanan publik. Dalam kaitan ini kesepakatannya adalah Salam Pancasila.

Salam Pancasila sebagai salam kebangsaan diperkenalkan untuk menumbuhkan kembali semangat kebangsaan serta menguatkan persatuan dan kesatuan yang terganggu karena menguatnya sikap intoleran.

Salam Pancasila pertama kali dikenalkan oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Dewan Pengarah BPIP di hadapan peserta Program Penguatan Pendidikan Pancasila di Istana Bogor pada 12 Agustus 2017.

Salam Pancasila dilakukan dengan mengangkat lima jari di atas pundak dengan lengan tegak lurus. Makna mengangkat kelima jari di atas pundak adalah sebagai simbol penghormatan seluruh elemen masyarakat terhadap lima sila Pancasila. Penghormatan dan pelaksanaan sila-sila mesti dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat, mulai dari pejabat negara hingga seluruh anggota masyarakat.

Selanjutnya 1 2
Penulis: Redaksi

Baca Juga